Cuaca Sulit Diprediksi, Nelayan Diminta Waspada Gelombang Tinggi

Praya (Suara NTB) – Kondisi cuaca memasuki bulan November ini masih sulit diprediksi. Untuk itu, warga terutama lagi para nelayan di kawasan pesisir pantai bagian selatan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) diminta waspada. Terkait kemungkinan hujan dan angin kencang serta gelombang tinggi yang bisa datang sewaktu-waktu.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, L. Nurpuri, hujan yang disertai angin kencang tidak hanya mengancam wilayah daratan. Seperti musibah angin puting beliung yang menerjang Kota Praya beberapa waktu lalu. Kawasan pesisir pantai juga berpotensi diterjang hujan disertai angin kencang. Termasuk potensi diterjang gelombang tinggi.

Baca juga:  BMKG : Ada Daerah Belokan Angin di NTB

“Ini yang patut diwaspadai oleh warga di sekitar pesisir pantai. Potensi hujan dan angin kencang disertai gelombang tinggi bisa datang menerjang kapanpun,” sebutnya. Peringatan tersebut pun sudah disampaikan ke pemerintah desa setempat. Supaya bisa ikut menyampaikan kepada warganya. Mengingat kondisi

cuaca yang sulit diprediksi akhir-akhir ini.

Sementara itu, pantauan Suara NTB dikawasan Pantai Kute, Sabtu, 12 November 2016 menunjukkan para nelayan setempat masih tetap beraktifitas seperti biasa. Kondisi laut sendiri masih nampak normal. Belum terlihat ada perubahan angin maupun gelombang laut yang signifikan yang bisa menghalangi nelayan untuk melaut.

Baca juga:  Pemkot Antisipasi Cuaca Ekstrem

“Aktifitas melaut tetap seperti biasa,” aku nelayan setempat. Kendati demikian, para nelayan mengaku tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Para nelayan sendiri baru akan turun pada malam hari dan pulang pagi hari. Sedangkan pada siang sampai sore hari, para nelayan lebih banyak berada didarat. Walaupun ada juga yang tetap memilih untuk tetap melaut. Tetapi tidak sampai ketengah. Hanya dipinggir tidak jauh dari bibir pantai. “Biasanya kalau siang, para nelayan memilih untuk memancing dipinggir pantai. Jarang sampai ketengah laut,” sebutnya. (kir)