Tramadol yang Beredar di Dompu Diduga Obat Oplosan

Advertisement

Dompu (Suara NTB) – Peredaran tramadol secara bebas dikalangan masyarakat umum dan pelajar saat ini, disinyalir akibat keberadaannya yang sangat mudah didapatkan. Keberadaan barang ini dapat dijumpai di kios-kios kecil dan kawasan wisata.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupeten Dompu, Rahmat, SKM mengungkapkan, peredaran bebas tramadol ini diduga karena adanya oknum tertentu yang melakukan peracikan obat serupa. Peracikannya bisa saja dilakukan dengan memasukkan zat penenang tertentu yang dapat memberi efek ketergantungan pada obat tersebut.

“Orang beli tramadol sekarang itu sudah kayak orang beli kacang saja. Kemungkinan ini obat racikan yang dicampur dengan obat-obat kedaluwarsa,” katanya kepada Suara NTB saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 8 November 2016.

Dugaan adanya upaya peracikan obat oleh oknum tertentu tersebut diketahui setelah dilakukan pemeriksaan merata hampir di setiap Apotek dan toko obat. Bahkan untuk memperoleh tramadol yang mendapat izin resmi pun pihaknya merasa kesulitan, karena harus melalui resep dokter.

Terkait upaya pihaknya untuk melakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan zat yang terkandung dalam tramadol yang diduga oplosan itu, dikatakan bukan menjadi kewenangan pihaknya. “Yang lebih berhak untuk memeriksa itu, ya apoteker,” ujarnya.

Sementara langkah penindakan yang diambil untuk menyikapi persoalan krusial ini, secara teknis diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Dikes hanya akan melakukan sosialisasi dan pencegahan terhadap pihak-pihak yang berusaha menjual obat tersebut secara bebas. “Kemungkinan bocornya dari rumah sakit itu kecil, dan kalau untuk penindakan kita serahkan ke polisi saja,” jelasnya.

Untuk itu, diharapkanagar semua instansi terkait ikut proaktif melakukanpengontrolan bersama terhadap peredaran obat yang tidak sesuai peruntukannya. Jika ditemukan pelaku peredaran atau penjualan barang tersebut, maka harus segera dilaporkan kepada pihak yang berwajib. “Dan pihak sekolah juga harus aktif mengingatkan  anak didiknya,” tandasnya. (jun)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.