Angka Perceraian ASN Kota Bima Terus Meningkat

Kota Bima (Suara NTB) – Angka perceraian Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkot Bima terus meningkat. Tercatat tahun 2016 ada 19 kasus, sementara tahun 2015 sebanyak 15 kasus yang ditangani.

“Tahun ini mengalami peningkatan daripada tahun lalu,” ucap Kabid Pengembangan dan Pembinaan Pegawai (KP2) BKD Kota Bima, Ichwansjah, M.Si, kepada Suara NTB, Sabtu, 5 November 2016.

Kata dia, tercatat surat permohonan izin cerai ada sebanyak 19 kasus yang masuk tertanggal 31 Oktober, sebanyak 13 kasus sudah selesai ditangani dan mendapat putusan dari Pengadilan Agama (PA). “Sementara enam kasus tengah diproses,” katanya.

Ia menjelaskan, kebanyakan yang mengajukan surat permohonan izin cerai itu yakni ASN perempuan. Mereka mengajukan cerai dengan berbagai macam alasan, seperti rumah tangga sudah tidak harmonis, KDRT dan perselingkuhan.

“Dua bulan terakhir ini didominasi oleh ASN wanita yang mengajukan permohonan cerai,” jelasnya.

Namun, lanjut dia, BKD setempat tidak langsung menyetujui begitu saja. Para pihak, yakni pasangan suami-istri akan diambil keterangan terlebih dahulu untuk mengetahui alasan yang mendasari mereka ingin bercerai.

“Akan diproses dulu dan klarifikasi alasan mereka,” sambungnya.

Kedua belah pihak, lanjutnya akan dipanggil secara terpisah untuk memberikan keterangan. Usai memberikan keterangan dan mendapat alasan masing-masing, kemudian akan dipertemukan dalam waktu dan tempat bersamaan.

“Dimediasi dan dicarikan jalan keluarnya sehingga mereka tidak melanjutkan niat untuk bercerai. Agar rumah tangga yang dibangun selama ini bisa kembali harmonis,” sambungnya.

Dia menambahkan, kedua belah pihak akan diberikan pencerahan dan berbagai macam pertimbangan, salah satunya faktor karena anak. Hanya saja, selama ini tetap bersikeras. Pihak BKD tidak bisa memaksa keinginan mereka bercerai.

“Tugas kami sudah membina dan mediasi dan memberikan berbagai macam pertimbangan. Selanjutnya tergantung yang bersangkutan. Kalau mereka ingin bercerai, maka kami keluarkan izinnya,” pungkasnya. (uki)