Hasil Reses Dapil VII DPRD NTB

Pengawasan Pengelolaan Dana Desa Perlu Diintensifkan

Mataram (Suara NTB) – Para anggota DPRD NTB Dapil VII telah melaporkan hasil reses yang mereka gelar ke pimpinan DPRD NTB. Dalam laporan tersebut, salah satu aspirasi yang mencuat adalah perlunya mengintensifkan pengawasan dalam proses pengelolaan dana desa.

Seperti diketahui, laporan hasil reses tersebut telah disampaikan dalam rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses, Rabu, 2 November 2016. Anggota DPRD NTB dari Dapil VIII, Yek Agil, mewakili rekan-rekannya untuk menyerahkan laporan tersebut ke pimpinan DPRD NTB.

“Di Dusun Lekong Desa Bajak Kecamatan Batu Kliang memohon bantuan pengolaan dana desa agar diperketat pengawasan yang intensif, mohon jalan lingkungan dan mohon perbaikan rumah tidak layak huni,” tulis para anggota DPRD NTB dalam laporannya.

Selain hal tersebut, berbagai permohonan bantuan dari masyarakat juga didokumentasikan dalam laporan. Bantuan ternak, menjadi salah satu jenis bantuan yang cukup banyak diminta oleh masyarakat. Masyarakat di Desa Monggas Kecamatan Kopang, bantuan ternak sapi untuk masing-masing kelompok. Di Dusun Batu Belek Timur Desa Bunut Baok, masyarakat juga meminta bantuan ternak sapi untuk masing-masing kelompok ternak. Sementara, masyarakat Janapria Kecamatan Janepria meminta dukungan untuk pengolahan kotoran sapi menjadi bio gas. Sebab, ada kelompok kandang di Janapria yang ingin mengolah kotoran sapi tersebut.

Baca juga:  Soal Randis Rp2,6 Miliar, HMI Serukan Boikot Gedung Udayana

Sementara itu, dari hasil pertemuan dengan masyarakat di Kecamatan Praya, masyarakat menyampaikan harapan akan adanya bantuan usaha-usaha kecil dan menengah guna meningkatkan perekonomian mereka.

Mereka juga membutuhkan bantuan untuk sekolah seperti komputer dan lain-lain. Bantuan berupa alat-alat pertanian seperti hand tractor, mesin pompa air, mesin tanam padi dan sejenisnya juga dibutuhkan. Selain itu, mereka meminta rehabilitasi embung rakyat serta perbaikan jalan irigasi.

Di Desa Mertak Tombok Kecamatan Praya, masyarakat berharap pada anggota DPRD NTB agar mereka diberikan bantuan sumur bor untuk Yayasan Ponpes yang berdiri di tempat mereka. Selain itu, mereka juga membutuhkan bimbingan PPL dan tenaga lapangan terhadap petani.

Di Johar Desa Jago Kecamatan Praya, masyarakat berharap diberikan alat alat pertanian seperti hand tractor. Mereka juga meminta PLN menambah tiang listrik yang menuju dusun-dusun.

Baca juga:  Politisi PDIP Wacanakan Ibu Kota NTB Pindah ke Kota Praya

Di desa Bunut Baok Kecamatan Praya, masyarakat berharap adanya pengadaan tempat pembuangan sampah, penanggulangan untuk permasalahan air bersih dan perbaikan jalan. Sementara di Dusun Abian Tubuh, masyarakat memohon bantuan dana pembuatan sumur bor dan taman baca untuk masyarakat.

Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH, menjelaskan, dari hasil kunjungan resesnya, para anggota DPRD NTB secara perseorangan atau kelompok wajib membuat laporan tertulis yang disampaikan kepada pimpinan DPRD NTB.

Setelah menerima laporan, pimpinan DPRD NTB wajib menyampaikan kesimpulan hasil reses tersebut dalam rapat paripurna. Selanjutnya, kesimpulan hasil reses inilah yang akan dijadikan sebagai dasar penyusunan pokok-pokok pikiran DPRD pada pembahasan KUA/PPAS.

“Untuk diketahui, bahwa masa reses ke III anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun sidang 2016 telah dilaksanakan sejak tanggal 15 s/d 20 Oktober 2016. Sedangkan rapat dari masing-masing daerah pemilihan telah dilaksanakan tanggal 28 Oktober 2016,” ujar Isvie menjelaskan. (aan/*)