LPA Sumbawa Tetap Kawal Kasus Nayla

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Peristiwa meninggalnya Nayla, balita berusia dua tahun empat bulan di Sumbawa kini tengah dalam penyidikan jajaran Polres Sumbawa. Saat ini, polisi sudah menetapkan seorang tersangka yang tidak lain calon ayah tiri korban. Kasus ini juga tak lepas dari sorotan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumbawa yang tetap akan mengawal kasus ini.

LPA Sumbawa melalui Bidang Advokasi Pendampingan Kasus perempuan dan anak, Fatriaturrahmah, S.Pd yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 31 Oktober 2016 mengakui intens mengikuti perkembangan kasus ini sebelum adanya penetapan tersangka. Dimana saat itu di unit PPA masih dalam pemeriksaan saksi-saksi. Hal yang membuatnya miris bahwa dari keterangan saksi menyebutkan korban sering dianiaya oleh calon ayah tirinya sebelum meninggal.

“Yang namanya penganiayaan terhadap anak, apalagi penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia, kita dari LPA siap melakukan pendampingan untuk memproses secara hukum. Siapapun pelakunya. Entah itu ayah kandung, ataupun yang lainnya. Kami tidak memandang sebelah mata kasus ini.  Kami tetap akan melakukan pendampingan dari proses penyidikan sampai persidangan,” ujarnya.

Diakuinya, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Sumbawa untuk melakukan pendampingan terhadap ibu korban dalam proses pemeriksannya sebagai saksi. Di mana dimungkinkan ibu korban ini trauma dan syok atas kejadian tersebut. Disatu sisi sudah kehilangan anak kandungnya, juga calon suaminya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tentunya akan mengganggu psikologisnya. Sehingga membutuhkan perhatian dan perlu adanya pendampingan untuk menenangkannya. “Kalau sok berat akibat peristiwa itu mungkin nanti bisa dibawa ke Rumah Trauma Center (RTC) di Mataram untuk pemulihan,” tukas Atul yang juga sebagai advokasi perlindungan perempuan dan anak di P2TP2A dan di LK3 Dinas Sosial.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kekerasan terhadap anak. Justru anak perlu dilindungi dan diberikan kasih sayang. Tidak hanya saat sudah menginjak usia dewasa. “Makanya kami harap semua elemen masyarakat memiliki tanggungjawab untuk anak,” pungkasnya. (ind)