Tersangkut Utang, Koperasi di KSB Tidak Bisa Dibekukan

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop) dan UMKM dalam waktu dekat merencanakan akan melakukan pembekuan terhadap 68 koperasi yang tidak aktif. Terdapat sejumlah 470 koperasi yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM, Ir. Lalu Muhammad Azhar MM, kepada Suara NTB, Jumat, 28 Oktober 2016 menyebutkan, dari jumlah koperasi yang direncanakan akan dibekukan, pihaknya belum bisa mengambil tindakan lebih lanjut. Hal ini terjadi karena, kebanyakan dari koperasi tersebut masih terlilit utang piutang, yang didominasi oleh Koperasi Berbasis Rukun Tetangga (KBRT) yang mendapat dana stimulus dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Oleh karenanya, sebelum dilakukan pembekuan, pihaknya mendesak agar seluruh koperasi bermasalah tersebut segera melunasi utangnya. Mengingat Pemda tidak akan bertanggung jawab mengenai utang-utang tersebut, baik utang yang ada di perbankan, pemerintah maupun kepada pengusaha lainnya.

“Kalau kita lakukan pembekukan sekarang, siapa yang nantinya bertanggung jawab untuk

pengembaliannya,” ungkapnya.

Disebutkannya, hasil inventarisasi terhadap sejumlah koperasi yang akan dibekukan tersebut, rata-rata memiliki utang yang bervariasi jumlahnya. Ada yang mencapai Rp. 5 – 7 juta bahkan mencapai Rp 10 juta lebih. Dari jumlah tersebut, ada juga koperasi yang sudah melakukan pengembalian setengah. Bahkan proses pengembaliannya tidak berlanjut sampai dengan sekarang ini.

“Koperasi yang akan kita dibekukan ini, tidak hanya koperasi swasta saja. Tetapi ada juga koperasi di bawah kendali pemerintah,” ujarnya.

Seraya menyebutkan, sampai dengan saat ini, pihaknya tidak mengetahui secara pasti mengapa puluhan koperasi itu mati suri (tidak ada kegiatan). Tidak ada laporan dan seakan hilang begitu saja. Hal ini dibuktikan pada saat pihaknya melalukan cek ke lapangan untuk memastikan keberadaan koperasi ini, rata-rata hanya tinggal papan namanya saja. Meski demikian, pihaknya tetap mengizinkan kepada Koperasi yang akan dibekukan dan ingin bangkit untuk tetap tetap diupayakan. (ils)