Kasus Kekerasan terhadap Anak Meningkat di KSB

Taliwang (Suara NTB) – Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Hal ini harus menjadi perhatian bersama mengingat akibat dari kasus ini akan menimbulkan trauma bagi korban. Selain itu, tidak menutup kemungkinan nantinya para korban ini akan menjadi pelaku penyimpangan.

Kapolres Sumbawa Barat kepada Suara NTB melalui Kasat Reskrim Iptu I Putu Agus Indra Permana, S.IK, Sabtu, 15 Oktober 2016 menyebutkan, trend kasus kekerasan seksual terhadap anak cenderung meningkat. Seperti dalam bulan ini saja sampai dengan tanggal 15 Oktober sudah ada dua kasus kekerasan seksual terhadap anak yang sudah

ditangani. Parahnya lagi, terduga pelaku kasus ini ada yang berumur 10 tahun dengan korban 3,5 tahun. Tentu ini harus menjadi perhatian bersama untuk meminimalisir terulang kembalinya kasus yang sama. “Ini sudah terlalu sering terjadi tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak,” ungkapnya. Oleh karenanya butuh perhatian bersama dalam meminimalisir kasus ini.

Baca juga:  Penemuan Bayi Perempuan Gegerkan Warga Lenek Daya

Upaya yang telah dilakukan, pihak kepolisian bersama dengan dinas dan instansi terkait sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah kasus ini. Selain itu, pihaknya juga intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Namun demikian hal ini tidak luput dari tanggung jawab dan peranan orang tua dalam melakukan pengawasan dan pemahaman terhadap anak-anaknya. Baik itu pendidikan formal maupun non formal untuk bisa menjelaskan sedini mungkin kaitannya dengan kasus tindak pidana seksual terhadap anak.

Baca juga:  Menteri PPA: Eksploitasi Harus Dilawan

“Tidak masalah hal ini disampaikan kepada anak. Mengingat kasus ini sampai dengan saat ini benar-benar meningkat,” ungkapnya.

Seraya berharap kepada orang tua untuk lebih memperhatikan putra-putrinya. Mulai dari keluarga sebagai madrasah paling awal. Artinya keluarga harus faham mengenai adanya bahaya-bahaya yang akan muncul kepada anak. Dunia pendidikan juga harus berperan penting, dan kepedulian sosial dari masyarakat juga harus diperhatikan dalam meminimalisir kasus ini. Sehingga kedepan kasus-kasus seperti ini tidak terjadi lagi di KSB. (ils)