CPNS K-II Akhirnya Bongkar Tenda

Advertisement

Dompu (Suara NTB) – Tenda yang dibangun komunitas CPNS K-II di depan Pandopo Bupati sebagai bentuk aksi protesnya atas pembatalan NIP oleh BKN akhirnya dibongkar. Pembongkaran ini seiring adanya pemeriksaan 20 orang komunitas CPNS K-II untuk mendalami berkas penyidikan kasus dugaan korupsi yang ditangani Polda NTB. Pemeriksaan pun diarahkan pada oknum pejabat yang terlibat dalam kasus pengangkatan CPNS.

Pembongkaran tenda yang menghalangi pintu masuk ke kantor Pemda Dompu melalui depan pandopo Bupati ini dilakukan sendiri oleh forum CPNS K-II sekitar pukul 20.00 wita, Senin (10/10) malam. Informasinya, pembongkaran atas permintaan Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Aryanto, SIK kepada para pengunjuk rasa.

“Mereka bongkar sendiri tadi malam. Informasinya, Kapolres yang minta kepada mereka (massa aksi) untuk membongkar tendanya,” kata Kepala Bagian Humas Setda Dompu, Abdul Sahid, SH di ruang kerjanya, Selasa, 11 Oktober 2016.

Guntur, anggota forum CPNS K-II kepada Suara NTB di Mapolres Dompu, Selasa kemarin mengaku tenda yang didirikan pihaknya di depan Pandopo Bupati telah dibongkar sendiri pihaknya Senin malam atas permintaan Kapolres.

“Kalau diminta oleh Bupati, kita tidak akan bongkar. Karena diminta oleh Kapolres, makanya kami bongkar,” katanya.

Pembongkaran tenda ini diduga ada kaitannya dengan pemeriksaan terhadap 20 orang dari 134 CPNS K-II yang dibatalkan NIP-nya oleh BKN di Mapolres Dompu oleh penyidik Polda NTB. Pemeriksaan ini dilakukan sejak Senin, 10 Oktober 2016 pagi dan masih berlangsung hingga Selasa, 11 Oktober 2016.

Pemeriksaan 134 CPNS K-II yang diduga bermasalah dan kini dibatalkan NIP-nya oleh BKN oleh penyidik Polda NTB di Mapolres Dompu dilakukan secara acak. Disinyalir, pemeriksaan ini mulai mengarah pada keterlibatan oknum pejabat sehingga kelompok 134 yang sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi kriteria (TMK) dan tidak diajukan surat pertanggungjawaban mutlak (SKTJM) oleh Bupati tahap pertama bisa dilakukan proses pemberkasan NIP.

Siti Akmal, warga Potu yang mendampingi suaminya Moh Nasrullah dalam pemeriksaan oleh penyidik Polda NTB di Mapolres Dompu, Selasa kemarin mengatakan, materi pemeriksaannya cukup berat dan semuanya mengarah pada (keterlibatan) pejabat. Seperti bagaimana proses pemberkasan dan pengajuan NIP yang sebelumnya dinyatakan TMK. “Pokoknya mengarah pada pejabat di daerah ini pertanyaannya,” ungkap Akmal.

Ia sendiri termasuk CPNS 390, namun dalam kelompok 256 yang dinyatakan memenuhi kriteria (MK) hasil verifikasi tim tahun 2014. Namun suaminya masuk dalam kelompok 134 yang dinyatakan TMK oleh tim. Ia mengajukan diri mendampingi suami, karena suaminya tidak bisa berargumentasi (beretorika) dan yang aktif mengurus berkas saat itu adalah dirinya.

Guntur juga mengatakan, pemeriksaan hanya dilakukan terhadap 20 orang dari 134 CPNS yang dibatalkan NIP-nya oleh BKN. Ia sendiri sudah dimintai keterangan, Senin (10/10) pagi hingga siang. Pemeriksaan Selasa kemarin sebagai kelanjutan pemeriksaan Senin terhadap mereka yang belum sempat dimintai keterangan maupun belum rampung diambil keterangannya.

“Pemeriksaan sama beratnya dengan kemarin,” kata Guntur yang mengaku ikut memberi semangat kepada rekan – rekannya yang diperiksa. (ula)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.