Stagnan, Penurunan Kemiskinan di Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Penurunan jumlah penduduk miskin di Lombok Barat (Lobar) mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) selama kurun waktu tiga tahun terakhir (2011-2014) terjadi stagnasi. Pasalnya, jika dibandingkan penurunan kemiskinan tahun 2011 ke bawah penurunan kemiskinan di Lobar begitu signifikan.

Data BPS terkait perkembangan jumlah penduduk miskin dan tingkat kemiskinan di Lobar dari kurun waktu tahun 2003-2014 secara umum mengalami grafik penurunan yang signifikan. Jika melihat data, tahun 2003 jumlah penduduk miskin di Lobar mencapai 232.100 orang atau 32,75 persen, lalu ditekan tahun 2014 menjadi 230.500 atau 31,87 persen.

Persentase kemiskinan tahun 2005 menurun menjadi 31,60 persen namun dari sisi jumlah warga miskin terjadi peningkatan mencapai 248.600 orang, kemudian menurun tahun 2006 menjadi 31,24 persen atau 244.500 orang. Memasuki tahun 2007-2008 jumlah penduduk miskin menurun lagi dari 240.654 orang atau 28,97 persen menjadi 222.158 atau 25,97 persen tahun 2008.

Di era pemerintahan Dr. H. Zaini Arony – Dr. Mahrip, tahun 2009, jumlah kemiskinan mencapai 208.485 orang atau 24,02 persen. Jika melihat data BPS, tahun 2009-2010 terjadi penurunan kemiskinan yang begitu signifikan dari 208.485 orang atau 24,02 persen menjadi 21,59 persen atau setara 129.726 orang. Terdapat penurunan jumlah warga miskin 70-80 ribu jiwa. Tren penurunan kemiskinan juga cukup signifikan tahun 2011 menjadi 19,70 persen atau 119.600 orang. Jumlah kemiskinan ini ditekan lagi tahun 2012 menjadi 110.500 orang, namun secara persentase naik menjadi 17,91 persen.

Baca juga:  802 Pelamar TMS CPNS Diloloskan

Penurunan angka kemiskinan tahun 2013 tidak signifikan, meskipun secara persentase bisa ditekan menjadi 17,42 persen, namun dari sisi jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan menjadi 111.000 jiwa dari 110.000 tahun 2012. Pun tahun 2014, memasuki era pemerintahan H. Zaini Arony-H Fauzan Khalid, penurunan kemiskinan juga tak begitu signifikan. Tahun pertama pasangan ini menjabat, jumlah penduduk miskin kembali naik menjadi 111.111 jiwa, akan tetapi dari sisi persentase menurun menjadi 17,20 persen dari 17,42 (tahun 2013). Terhitung pada kurun waktu 5 tahun hingga 2014, kemiskinan mampu ditekan dari 24,02 persen (2009) menjadi 17,20 persen atau 111.111 orang (2014).

Tahun ini (2016, red), di masa pemerintahan Fauzan Khalid penurunan kemiskinan di Lobar ditarget 2 persen dari 17,20 persen. Melihat grafik penurunan kemiskinan di Lobar selama tiga tahun terakhir tersebut, target ini pesimis bisa dicapai. Sebab jika dipersentase kemampuan per tahun menurunkan angka kemiskinan berkisar pada angka 1 persen lebih. Di samping itu, banyak pemangkasan anggaran yang dialami Lobar akibat kebijakan pemerintah pusat.

Baca juga:  Catatan Lobar di 2019, Penurunan Kemiskinan Melambat Akibat Kinerja OPD ‘’Kendor’’

Pemda Lobar menilai target penurunan kemiskinan sekitar 2 persen terlampau tinggi untuk dicapai tahun ini. Karena itulah pemda bakal meninjau kembali target yang dipasang supaya lebih realistis bisa dicapai.

Hal ini diakui Sekda Lobar, Ir. H. Moh. Taufiq, MSc. Ia mengakui target penurunan kemiskinan 2 persen berat dicapai. “Target pengentasan kemiskinan dengan angka 2 persen, terlalu tinggi. Karena itu, target itu nanti akan dievaluasi untuk disesuaikan kembali,” jelasnya.

Sekda menyatakan, salah satu upaya mensiasati persoalan anggaran kemiskinan ini Pemda bakal memangkas anggaran SKPD yang kurang berkontribusi terhadap kemiskinan. Anggaran ini diarahkan  bagi SKPD yang berkontribusi besar terhadap kemiskinan, seperti sektor pendidikan dan kesehatan. Menurut Sekda dari segi anggaran pengentasan kemiskinan sudah maksimal. Untuk penanganan kemiskinan ini, jelas sekda, letak kuncinya pada koordinasi lintas antara kabupaten, provinsi dan SKPD.

Sementara Kepala Bappeda Lobar, Dr. H. Baehaqi menegaskan, target penurunan kemiskinan tahun ini adalah 2 persen. Ia mengaku optimis bisa mencapai target di tengah kondisi pemangkasan anggaran Lobar oleh pusat. “Kenapa kita harus pesimis mencapai target 2 persen, kita optimis mencapai target,” katanya. Menurutnya, terkait mencapai target pengentasan kemiskinan ini, Pemda Lobar sendiri telah membentuk Center Plan Clinic (CPC) untuk elaborasi dan sinergitas program SKPD. (her)