Tambahan DAK KLU Dialokasikan ke Kegiatan Fisik

Tanjung (Suara NTB) – Penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) yang mengakibatkan terpotongnya anggaran fisik pada Dinas Pekerjaan Umum (PU), sedikitnya terobati dengan penambahan DAK pada APBD Perubahan. Namun demikian, alokasi anggaran dari dana DAK itu, lebih mengarah pada proyek pengaspalan jalan di sejumlah ruas, berbeda dari lebutuhan mendesak masyarakat seperti kegiatan 9 sumur bor.

Demikian diakui Kepala Dinas PU Perumahan dan ESDM KLU, Drs. H. Raden Nurjati, Senin, 3 Oktober 2016. Nurjati menyampaikan total anggaran PU yang terpangkas di APBD murni sebesar Rp 20,8 miliar. Rinciannya Rp 11,4 miliar bersumber dari DAK dan Rp 9,4 miliar dari DAU.

Seiring penyesuaian anggaran APBD, maka Dinas PU menghimpun keseluruhan anggaran itu dari beberapa proyek fisik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Misalnya, sembilan proyek sumur bor, kegiatan irigasi Bidang Pengairan, pengurangan pagu sejumlah anggaran, dihilangkannya proyek dari proses tender,

serta dihapusnya sejumlah proyek PL (penunjukan langsung).

“Syukurnya kita dapat tambahan DAK sebesar Rp 37 miliar, itu kita alokasikan semuanya ke kegiatan fisik pembangunan jalan yang sebagian besarnya hotmix,” ungkap Nurjati. Beberapa ruas jalan yang masuk agenda di APBD P ini disebutkan, Sumur Mual – Bentek, Teluk Dalam – Teniga – Kopang, Tiu Pupus – Penjor, Lokok Aur – Loloan, Gondang Timur – Orong Pulet, Penggorong – Pansor, serta Boyotan – Batu Jompang.

“Penganggaran ke ruas jalan ini dikarenakan desainnya sudah ada, disiapkan tahun lalu. Kalau kita rencanakan lagi, telat kita,” jelasnya.

Menyadari mepetnya waktu pelaksanaan anggaran, Nurjati justru optimis. Saat ini, proyek jalan hotmix tersebut seluruhnya sudah masuk proses tender. Seiring pembahasan APBD Perubahan di DPRD, diperkirakan keputusan pemenang lelang sudah dihasilkan.

Ia juga optimis, pengerjaan proyek ini tidak terdampak oleh faktor cuaca (musim penghujan). Sebab, pengerjaan jalan biasanya tidak terganggu terkecuali jalan yang akan diaspal tergenang air. (ari)