Pilkades Serentak Harus Dijauhkan dari Perjudian

Advertisement

Selong (Suara NTB) – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Lombok Timur (Lotim) yang akan diikuti 53 desa di Kabupaten Lotim diketahui saat ini suhunya mulai memanas. Hal itu tak terlepas dari banyaknya calon yang akan berkecimpung dalam pesta demokrasi tingkat desa yang dilaksanakan 14 Desember mendatang.

‘’Dalam pelaksanaan Pilkades serentak itu diharapkan dijauhkan dari aksi-aksi perjudian agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ harap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), Drs. H. Syamsudin,MAP, Senin, 3 Oktober 2016.

Diakuinya, informasi yang didapatkannya saat ini suhu dalam menjelang pelaksanaan pilkades serentak Lotim sudah mulai memanas. Namun, harapnya, kata memanas sebisa mungkin untuk dihilangkan untuk menjaga kelancaran dalam pelaksanaan pilkades. Menurutnya, banyaknya bakal calon kepala desa (kades) itu harus dijadikan sebagai motivasi untuk melengkapi segala berkas dan persyaratan hingga layak menjadi calon kades sesuai dengan aturan dan persyaratan yang sudah dipegang oleh pihak panitia penyelenggara.

Selain itu, Syamsudin juga mengimbau kepada para kades yang mengikuti pilkades serentak terus memantau situasi wilayahnya. Selaku pemegang amanah di tingkat desa, kades diharapkan dapat meredam segala persoalan yang terjadi sekecil mungkin agar tidak meluap ke tingkat kabupaten, baik oleh kades yang kembali mencalonkan diri ataupun tidak.

Ia juga mengimbau apabila terjadinya kekeliruan dalam pelaksanaan sampai penghitungan suara, diharapkan dapat diselesaikan secara baik-baik. “Kades juga kita minta untuk menjaga situasi agar tetap kondusif. Masyarakat diingatkan agar tidak bertaroq-taroq karena itu yang membuat situasi memanas,” pesannya.

Menjelang pelaksanaan Pilkades itu, yang terpenting dilakukan oleh para bakal calon Kades adalah segala persyaratan, termasuk visi-misi dalam membangun desa hingga lima tahun kedepan. Sehingga para calon kades tersebut memiliki pandangan dan komitmen yang jelas dalam melakukan pembangunan di tingkat desa. Sikap itu lebih penting dilaksanakan daripada harus membuat situasi menjelang pilkades semakin memanas dengan cara melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Selain itu, lanjutnya, dalam pelaksanaan pilkades serentak itu pihaknya juga sudah menjalin koordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI untuk menjaga keamanan selama pelaksanaan. Pasalnya, gejolak dalam pilkades itu tidak menutup kemungkinan akan terjadinya karena banyaknya desa yang melaksanakan pilkades secara serentak.  “TNI/Polri juga kita libatkan dalam pilkades ini, ini pertama kali kita melaksanakan pilkades serentak dan tidak menutup kemungkinan terjadinya gejolak,” terangnya. (yon)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.