Warga Keluhkan Sampah di Pinggir Jalan Menuju Pasar Selak

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Pinggir utara jalan yang menuju ke Pasar Selak, Sandubaya dipenuhi sampah. Sekitar 300 meter ke timur bertebaran tumpukan sampah yang menguarkan bau menyengat. Lalat-lalat pun bertebaran mengerubungi tumpukan sampah.

Warga sekitar mengaku terganggu dengan tumpukan sampah tersebut. Apalagi saat musim hujan seperti saat ini, bau tumpukan sampah semakin menyengat, dan lalat-lalat akan beterbangan sampai di rumah warga.

Tak jauh dari tempat pembuangan sampah tersebut berdiri sebuah warung makan sederhana. Pemiliknya Ani, mengatakan kerap mendapat protes dari pembeli yang makan di warungnya.

“Banyak pembeli yang protes. Sopir-sopir yang dari Jawa ini banyak yang protes kenapa jorok sekali buang sampah di pinggir jalan,” keluhnya kepada Suara NTB, Senin, 3 Oktober 2016.

Saat musim hujan, bau sampah dikeluhkan Ani semakin menyengat. Lalat-lalat akan semakin banyak yang datang mengerubungi warungnya. Ia berharap sampah tersebut lebih sering diangkut.

“Ini kadang dibiarkan seminggu baru diangkut,” ujarnya.

Ia menuturkan tak hanya warga Kelurahan Mandalika atau Kelurahan Bertais yang membuang sampah di tempat tersebut, tapi juga diduga warga luar Kota Mataram membuang sampahnya di tempat tersebut. Bahkan ada yang datang dengan menggunakan truk. Ia berharap ada penjaga khusus di tempat pembuangan tersebut agar tidak sembarang warga yang datang membuang sampah.

“Harapannya ada penjaganya biar yang buang sampah itu ada yang kontrol,” pungkasnya.

Keluhan juga disampaikan Muhadis. Ia khawatir tumpukan sampah akan berdampak pada kesehatan warga sekitarnya. “Apalagi kalau musim hujan, lalatnya ndak kumpul di sana, tapi di sini dan kita sangat terganggu,” ujar warga Lingkungan Lendang Lekong, Mandalika ini.

Muhadis menceritakan awalnya sampah yang dibuang di tempat tersebut tak banyak. Namun banyak orang yang kemudian ikut membuang sampah. Volume sampah pun makin banyak. Ia berharap ada penanganan khusus terkait sampah tersebut sehingga warga sekitar tak terganggu. “Biar orang-orang yang kerja di sini tidak terganggu. Baunya itu sangat mengganggu, ini juga berdampak pada kesehatan warga,” keluhnya.

Warga Lendang Lekong lainnya, Edi mengeluhkan banyak juga yang membuang limbah pemotongan ayam ke tempat tersebut. Akibatnya jika telah mengering, bulu ayam beterbangan sampai di rumah warga. “Itu kan virus yang dibawa. Apalagi kalau sudah kering, bulu ayam terbang kemana-mana,” keluhnya.

Edi mengatakan tiga hari sampah tak diangkut, sampah semakin menggunung. Ia berharap lahan tempat pembuangan sampah dipindah. “Kalau kita makan itu kurang enak, terganggu baunya,” ujarnya.

Ali warga lainnya menyampaikan beberapa waktu lalu warga sempat membakar sampah tersebut untuk mengurangi bau menyengat. Sayangnya terkena kabel listrik dan pohon di sekitar tempat pembuangan tersebut juga mati karena terbakar. “Pokoknya sangat mengganggu, apalagi di sini lalu lintasnya cukup ramai,” ujarnya. (ynt)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.