Investor PLTS Belum Ajukan Lokasi Titik Pembangkit

Taliwang (Suara NTB) – Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang akan dibangun Korbi Coorporation di kecamatan Poto Tano tampaknya belum ditentukan. Pasalnya sejauh ini perusahaan asal Korea Selatan yang bergerak pada bidang pemanfaatan energi terbarukan itu belum juga mengajukan permohonan rekomendasi ruang kepada Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD).

Sekretaris BPKRD Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui titik lokasi pasti akan fasilitas PLTS yang akan dibangun Korbi di wilayah kecamatan Poto Tano.

“Sejauh yang kami bisa pastikan, memang ada investasi PLTS oleh Korbi di Poto Tano. Dan kerjasamanya dengan Pemda sudah dibuat. Tapi untuk titik lokasi pastinya kami belum dapatkan karena memang belum ada permohonan,” katanya.

Baca juga:  Peredaran Merkuri, Kapolres Pastikan KSB Masih Sebatas Konsumen

Sesuai prosedur, pengajuan permohonan rekomendasi pemanfaatan ruang oleh setiap kegiatan investasi datang melalui Badan Penamanan Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) setempat. Permohonan itu nantinya akan ditindaklanjuti BPMPPT ke BKPRD untuk memperoleh rekomendasi yang disahkan oleh bupati selaku ketua BPKRD. “Kalau memang sesuai dan disetujui maka bisa ditetapkan. Kalau tidak, maka pemohon harus mencari titik lokasi lainnya,” terang Amry.

Ia menjelaskan secara umum wilayah kecamatan Poto Tano sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) KSB sudah masuk dalam areal pemanfaatan kegiatan industrialisasi dengan ditetapkannya kecamatan tersebut sebagai kawasan agroindustri. Karenanya sejak awal Pemda KSB telah mengarahkan segala kegiatan yang bersifat industrialisasi ditempatkan di kecamatan yang menjadi pintu masuk pulau Sumbawa dari arah barat itu. “Kalau secara umum sudah pas penempatannya di Poto Tano,” timpalnya.

Baca juga:  Peredaran Merkuri, Kapolres Pastikan KSB Masih Sebatas Konsumen

Hanya saja yang perlu diatur, tata letak penempatan fasilitas-fasilitas yang akan dibangun. Menurut Amry, BPKRD harus melihat dulu apakah lokasi yang diinginkan pemohon sudah sesuai dengan desain tata ruang yang telah direncanakan. “Kalau PLTS itu kan berarti akan ada fisik. Nanti kita lihat dulu, kalau memang bisa dibangun fisiknya di tempat yang diinginkannya. Maka pasti bisa direkomendasi,” bebernya.

Amry menyatakan, Pemda KSB akan sangat membutuhkan fasilitas penghasil energi listrik ramah lingkungan itu. Pasalnya di wilayah Poto Tano, telah tumbuh sejumlah kegiatan investasi yang mana akan sangat membutuhkan pasokan listrik untuk menunjang operasionalnya. (bug)