Jaksa Dalami Dugaan Korupsi di Perusda Loteng

Advertisement

Praya (Suara NTB) – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) sejauh ini masih terus mendalami dugaan penyimpangan penggunaan dana investasi pemerintah daerah pada Perusahaan Daerah (Perusda) Loteng (Tastura) Bersatu. Sejumlah pihak terkait direncanakan akan kembali diperiksa.

Demikian ditegaskan Kasi Pidsus Kejari Praya, Hasan Basri, SH, MH, saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 30 September 2016.

Menurutnya, pihaknya sudah menjadwalkan pemanggilan ulang mantan Direktur Utama Perusda Loteng bersatu, bersama Direktur Pemasarannya. “Keduanya kita rencanakan dipanggil Senin besok. Surat panggilan pun sudah dilayangkan,” terangnya.

Pemanggilan kembali ini, dimaksudkan untuk melengkapi keterangan sebelumnya. Mengingat, setelah dilakukan evaluasi, ternyata masih ada beberapa keterangan tambahan yang dibutuhkan. “Ada keterangan yang masih kurang, makanya kita lakukan pemanggilan kembali kepada pihak terkait. Terutama jajaran direksinya,” tambah Hasan.

Diakuinya proses penyelidikan terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana investasi daerah masih akan terus berproses. Dan, diperkirakan akan butuh waktu lama. Mengingat, banyak pihak yang harus dimintai keterangan, karena belum dimintai keterangan. Termasuk Komisaris Utama Perusda Loteng Bersatu yang juga Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, sampai sejauh ini belum diminta keterangan. “Untuk Bupati Loteng, sebelumnya sudah kita panggil. Tetapi belum bisa datang memenuhi panggilan” tegasnya.

Mengenai rencana panggilan kedua ke Bupati Loteng, Hasan mengaku sampai sejauh ini masih dipertimbangkan dengan melihat urgensi-nya dari pemanggilan. Hanya saja, untuk tahap ini pemanggilan Bupati Loteng selaku Komisaris Utama Perusda Loteng Bersatu, belum terlalu mendesak.

“Mungkin pada tahap selanjutnya dari kasus ini, keterangan dari Bupati Loteng penting adanya. Sehingga mau tidak mau harus bisa dihadirkan. Tetapi untuk saat ini, belum begitu mendesak,” akunya. (kir)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.