Pemkot Mataram Susun Regulasi Wilayah Konservasi Kota Tua Ampenan

Mataram (suarantb.com) – Pemkot Mataram akan segera menyusun regulasi terkait kota tua Ampenan yang akan dijadikan wilayah konservasi pelestarian bangunan tua. Rencana ini dipandang sebagai upaya dalam pelestarian identitas kota tua yang kini dinilai mulai memudar. Banyaknya bangunan-bangunan modern dikhawatirkan akan menggusur bangunan-bangunan tua di wilayah tersebut.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Jumat, 2 September 2016. Ia mengatakan bangunan-bangunan tua di Ampenan harus tetap dilestarikan. Kalaupun ada pengalihan fungsi bangunan, dari pemukiman ke bisnis, hal tersebut merupakan hak pemilik bangunan.

Kendati demikian pihaknya mengingatkan pemilik bangunan harus tetap mempertahankan struktur bangunan semula. “Kita sudah berkomitmen soal itu,” ujarnya.

Mohan mengakui

untuk saat ini, pelestarian kota tua Ampenan belum tertuang dalam regulasi pemerintah. Untuk itulah pihaknya mulai menyusun regulasi untuk menjadikan Ampenan sebagai wilayah konservasi. Ia pun menyebutkan bangunan-bangunan modern yang kini banyak dibangun di wilayah kota tua Ampenan didirikan sebelum adanya rencana pemerintah melestarikan dan mengembangkan kota tua.

“Bangunan itu (bangunan-bangunan modern) sudah lama dibangun, sebelum kita menggaungkan pengembangan wilayah konservasi di wilayah itu,” ujarnya. Dengan penyusunan regulasi wilayah konservasi bangunan kota tua Ampenan, pihaknya berusaha untuk mempertahankan bangunan-bangunan tua yang masih ada di wilayah tersebut. Agar identitas Ampenan sebagai kota tua dan ciri khas Kota Mataram tetap lestari. (rdi)