Dianggap Rusak, Ijazah Siswa SMA/SMK akan Diganti

Advertisement

Tanjung (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memutuskan menarik 2.000-an ijazah alumni SMA, SMK dan yang sederajat yang telah ditandatangani oleh kepala sekolah hasil mutasi bulan Juni lalu. Selanjutnya, ijazah para alumni itu akan diganti dengan ijazah baru yang nantinya akan diganti kepala sekolah selaku penyelenggara Ujian Nasional (UN).

Demikian diakui Sekda KLU, Drs. H. Suardi, MH., yang mendampingi Wabup KLU, Sarifudin, SH, memberi klarifikasi perihal kekhawatiran ijazah siswa tahun ajaran 2015/2016. “Solusi untuk masalah ijazah, dari kemarin sudah ditarik dan akan diganti sesuai dengan yang sebenarnya. Jumlah yang ditarik 2.000-an. Itu kan sama dengan ijazah rusak, ya diganti, gitu loh,” ungkap Sekda, Selasa, 23 Agustus 2016.

Suardi mempertegas, ijazah yang sudah dibagikan kemudian ditarik lagi bukan merupakan sebuah penipuan. Prrsoalan ini tifak pula mengandung maladministrasi, apalagi menimbulkan kerugian negara. Hanya saja, kekeliruan penandatanganan yang dilakukan oleh kepala sekolah baru setelah Dapodik murni kekeliruan. Oleh karenanya, ijazah tersebut akan diganti dengan yang baru dengan ditandatangani oleh kepala sekolah lama selaku penyelenggara UN.

Pihaknya tidak menargetkan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menarik dan mengganti ijazah alumni SMA/SMK dengan yang baru. Namun dalam waktu secepatnya, seluruh kepala sekolah lama akan dikumpulkan untuk diminta menandatangani ijazah.

“Mereka ini kan ASN, sehingga sudah menjadi kewajibannya untuk menyelesaikan. Dan secepatnya akan kita selesaikan, karena masalahnya hanya ada di SMA dan SMK saja, yang SMP dan SD tidak ada masalah,” sambungnya.

Di sisi lain, aku Sekda, pihaknya juga akan melihat sejauhmana kekeliruan ini muncul dari pihak Dikbudpora KLU. Sehingga ke depan, dengan persoalan ini akan dipertimbangkan apakah pejabat di SKPD terkait perlu diberikan sanksi atau tidak.

“Saya yakin ijazah ini akan selesai segera. Masalah ini juga tidak muncul karena persoalan mutasi, jadi tidak etis menyandera ijazah dikait-kaitkan dengan mutasi.”

Ia menambahkan, kesiapan ijazah pengganti sudah tersedia, di mana pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat. “Dengan keluarnya blanko baru, berarti sudah ada koordinasi. Jadi tidak perlu cemas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekdis Dikbudpora KLU, Adnan, M.Pd., kepada wartawan memastikan telah menarik ijazah siswa SMA/SMK. Pihaknya langsung bersurat ke sekolah pada Selasa kemarin. Menurutnya, kebijakan ini diambil guna memperbaiki kekeliruan dalam penandatanganan ijazah. “Kami harapkan, ijazah ini segera dikumpulkan secepatnya untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Data dari Dikbudpora mencatat, jumlah siswa SMA, SMK dan MA yang ikut UN beberapa waktu lalu sebanyak 2.321 orang. Rinciannya, SMA/MA sebanyak 1.621 orang dan SMK sebanyak 700 orang. (ari)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.