Ermalena Minta Masyarakat NTB Waspadai Obat, Makanan dan Vaksin Bermasalah

Giri Menang (suarantb.com) – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj Ermalena menyerukan kepada masyarakat untuk lebih waspada sebelum mengonsumsi makanan, obat, vaksin maupun kosmetik yang beredar secara bebas. Saat ini, Komisi IX juga telah membentuk Panitia Kerja (Panja) Peredaran Obat, Makanan dan Vaksin.

Hal itu disampaikan Ermalena di sela kegiatan Sosialisasi Obat Dan Makanan Bersama Tokoh Masyarakat, yang digelar oleh BBPOM Mataram, di Lombok Barat, Sabtu (13/8). Kegiatan tersebut dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Sejumlah pejabat terkait, perwakilan Tim Penggerak PKK, pengurus organisasi kemasyarakatan, para tokoh pemuda dan masyarakat, hingga unsur partai politik ambil bagian dalam sosialisasi tersebut. Selain di Lombok Barat, kegiatan serupa juga digelar di Lombok Timur.

Ermalena mensinyalir, saat ini begitu marak peredaran produk palsu yang memiliki kandungan bahan berbahaya. Produk-produk semacam itu seringkali beredar bebas, sementara, kemampuan negara untuk mengendalikan peredarannya juga masih terbatas.

Karena itulah, politisi PPP yang mewakili daerah pemilihan NTB ini menegaskan, untuk memperkuat pengawasan terhadap peredaran bahan makanan, kosmetik, vaksin dan berbagai produk yang dipakai oleh masyarakat itu, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dengan membentuk panitia kerja.

Meski pemerintah dan DPR telah mengambil langkah antisipasi, namun Ermalena juga menyerukan pentingnya peranan masyarakat sendiri untuk terlibat dalam upaya ini. Sebab, jika masyarakat sendiri mengendurkan kewaspadaannya, maka upaya untuk menekan peredaran produk-produk berbahaya itu tidak akan maksimal.

“Masyarakat harus ikut berperan, jika ada temuan silahkan dilaporkan, ini masalah masa depan bangsa maka kita harus berperan,” ujar Ermalena.

Kepala BBPOM Mataram Drs. I.

Gde Nyoman Suandi menjelaskan pihaknya tentu memberikan perhatian khusus pada upaya menjamin keamanan dan mutu produk yang dikonsumsi oleh masyarakat. Pihaknya juga selalu berupaya maksimal untuk mengantisipasi agar pangan, obat serta kosmetik yang beredar tidak melahirkan ancaman kesehatan bagi masyarakat. Meski hingga saat ini pihaknya masih berhadapan dengan terbatasnya Sumber Daya Manusia dalam melakukan pengawasan.

Karena itulah, ujarnya, pihaknya pun membuat nota kesepahaman dengan berbagai pihak, termasuk para tokoh masyarakat seperti Hj. Ermalena.

Sekda Lombok Barat, Muhammad Taufik, dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan pentingnya masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih produk makanan, kosmetik hingga vaksin yang akan mereka pergunakan. “Jangan asal beli tapi harus teliti sebelum membeli. Pilih yang aman,” ujarnya.

Taufik menilai, saat ini masih banyak produk makanan, obat-obatan hingga kosmetik palsu yang beredar di tengah masyarakat. Untuk , pesannya, masyarakat sebagai konsumen harus lebih awas, dan lebih cermat sebelum menggunakan produk-produk yang dianggap mencurigakan.

Ia menambahkan, produsen dari produk-produk yang demikian tentunya tidak akan mempedulikan dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari penggunaan produknya yang berbahaya. Sebab, mereka hanya memikirkan aspek keuntungan finansial yang mereka peroleh dari menjual produk-produk tersebut.

Karena itulah, dengan adanya sosialisasi, masyarakat diharapkan bisa menjadi lebih selektif. Terlebih saat ini banyak produk serupa yang penggunanya merupakan anak-anak. Kewaspadaan masyarakat bisa menghindarkan dampak buruk terhadap generasi penerus bangsa ini. Kepada aparatur di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), Taufik menyerukan adanya upaya memperkuat proses pengawasan. (r)