Kebakaran di Tambora, Tiga Orang Tewas Terpanggang

Bima (Suara NTB) –  Rumah Sakban Efendi (50), transmigran asal Lombok Tengah (Loteng) yang berada di SP VI desa Labuan Kananga Kecamatan Tambora, Sabtu, 6 Agustus 2016 pagi terbakar. Istri dan dua orang anaknya tewas terpanggang dalam kobaran api.

Dua bocah korban kebakaran saat masih hidup.
Dua bocah korban kebakaran saat masih hidup.

Informasi dihimpun Suara NTB, tiga orang penghuni rumah yang tewas itu, yakni Ifanti alias kesa (9), Ahmed Agang alias Agang (5) dan ibu mereka, Azizah (49). Kesa tewas mengenaskan, seluruh bagian tubuhnya gosong dilahap si jago merah.

Sementara Ahmed dan ibunya bagian tubuhnya melepuh dan terkelupas. Keduanya menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan saat sedang dibawa ke Puskesmas terdekat.
Sementara Sakban yang akrab dipanggil Aba, kondisinya sangat kritis. Karena mengalami luka bakar yang cukup serius pada bagian tubuhnya dan saat ini masih dirawat intensif di RSUD Dompu.

Camat Tambora, Drs. Mahmud Aziz kepada Suara NTB, menerangkan, peristiwa naas itu diduga berawal, saat pemilik rumah, Sakban mengisi atau menakar bensin ke dalam botol untuk dijual di depan rumahnya. Tiba-tiba saja, percikan api yang tidak diketahui sumbernya menyambar kios bensin tersebut.

Seketika api langsung menyambar dan merembet ke dalam rumah. Bahkan, terjadi ledakan sehingga menghanguskan rumah yang dibuat dari papan itu. Saat kejadian istri dan kedua anaknya berada di dalam rumah.

“Saat kebakaran warga hanya mendengar suara ledakan kemudian berlari ke arah ledakan ini,” katanya.
Akibat suara ledakan itu, lanjut Camat, sebagian warga panik bahkan sebagian juga berlari menuju rumah Sakban dan mengetahui terjadi kebakaran. Wargapun kemudian berusaha memadamkan api dengan bantuan alat seadanya serta menyelamatkan barang-barang yang masih tersisa.

“Selain menelan korban jiwa, kebakaran ini juga mengakibatkan kerugian materi hingga jutaan rupiah,” sambungnya.
Saat ini aparat Kepolisian masih sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dugaan sementara berdasarkan informasi di lapangan. Karena ledakan kios bensin di depan rumah korban,” akunya.

Rencananya, ketiga korban yang meninggal ini direncanakan akan dikuburkan ke kampung halamannya di Lombok Tengah. Keluarga tersebut merupakan transmigran yang menempati desa itu sejak 2014 lalu.

“Sementara Sakban, saat ini masih kritis dan menjalani perawatan di RSUD Dompu. Mengingat luka bakar yang dialaminya cukup parah. Kita doakan semoga kondisinya membaik,” tuturnya.

Terpisah, Kabid Kedaruratan BPDB Kabupaten Bima, Amiruddin mengatakan, saat ini petugas BPBD sedang berada di lokasi untuk memberikan bantuan tanggap darurat dan mendata jumlah kerugian akibat kebakaran itu. Korban yang meninggal akan di bawa ke kampung halaman setelah selesai mengurus administrasi di Disnakertrans Kabupaten Bima.

“Kami bersama Dinsos sudah memberikan bantuan tanggap darurat. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan atas cobaan ini,” pungkasnya. (uki)