Menag : MTQ Tidak Semata Ajang Kompetisi

Mataram (suarantb.com) – Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional yang digelar dua tahun sekali bukan hanya ajang perlombaan atau kompetisi melantunkan dan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an. Namun yang paling penting bagaimana mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari.

“Yang ingin saya tegaskan, sesungguhnya MTQ tidak hanya semata ajang perlombaan atau kompetisi, terkait bagaimana melantunkan ayat-ayat Al-Quran semata,” kata Menag pada acara malam taaruf kafilah MTQ Nasional ke-26 di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur, Jumat, 29 Juli 2016.

Menurutnya, sesuatu yang tak kalah pentingnya dari ajang dua tahunan itu adalah proses regenerasi. Tidak hanya bagaimana membaca dan menghafal Al-Qur’an tetapi juga harus memahami isi kandungannya.

“Kemudian bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga pada akhirnya nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al Qur’an itu bisa diinternalisasi dalam keseharian. Sehingga dapat mewujud dalam tindak perilaku keseharian kita,” katanya.

Lukman mengaku bersyukur dalam ajang MTQ ke-26 tahun ini bukan hanya lantunan dan hafalan Al-Qur’an yang diperlombakan. Tetapi juga bagaimana pemahaman, tafsir dan tulisan (khat) Al-Qur’an juga dilombakan.

“Isi kandungan Al Qur’an dilombakan. Ini berimplikasi bagi generasi-generasi muda kita. Proses regenerasi dalam memilihara dan menjaga kandungan Al Qur’an,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Lukman juga mengingatkan supaya penyelenggaraan MTQ Nasional itu jangan kehilangan orientasi. Sehingga menyebabkan pemerintah lebih fokus kepada capaian dampak sosial dan ekonomi dengan melupakan esensi dari MTQ itu sendiri.

“Saya mengajak semua, untuk senantiasa menjaga kemulian MTQ ini. Dengan penerapan e-MTQ bagian dari upaya kita bersama agar niat baik menjaga marwah MTQ bisa terus kita lestarikan,”pungkasnya. (nas)