Dinamika Kandidat Jelang Pilkada 2018 (6)

Willgo Zainar : Lebih Banyak Alternatif Lebih Baik

MESKI tidak lagi bisa mencalonkan diri sesuai ketentuan yang berlaku, namun figur Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB)  dianggap masih akan menentukan peta kekuatan di Pilkada 2018. Semakin banyak alternatif pengganti TGB, maka hal itu akan semakin baik untuk demokrasi di NTB.

Penilaian itu disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Willgo Zainar, SE, MBA, kepada Suara NTB, Minggu (17/7/2016).  Saat ini, Willgo bisa dikatakan telah memperoleh semacam garansi, bahkan dorongan dari partainya untuk mencalonkan diri di Pilkada 2018 mendatang. Hal ini sudah disuarakan secara terbuka oleh sejumlah kader dan pengurus DPD Partai Gerindra NTB.

‘’Gerindra sudah pasti mengusung kader sendiri. Apakah itu sebagai NTB satu atau NTB dua, pasti mengusung kader sendiri. Itu mutlak itu,” ujar politisi Gerindra NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm yang juga Wakil Ketua DPRD NTB, belum lama ini. Mori bahkan menambahkan bahwa dalam daftar kader yang akan diusung, Willgo berada di prioritas pertama.

Dengan bekal delapan kursi di DPRD NTB, Partai Gerindra bisa memainkan banyak kartu AS dalam proses pencalonan nanti. Hal inilah yang dipandang bisa menjadi modal utama Willgo untuk melangkah ke jalur pencalonan di Pilkada 2018.

Soal ini, Willgo menegaskan bahwa sikap partainya merupakan sebuah kewajaran. ‘’Saya kira semua partai pasti akan prioritaskan kader sendiri untuk diusung. Ini lumrah, karena partai ada untuk menyiapkan kader-kader terbaiknya guna ditempatkan di legislatif dan eksekutif,’’ ujarnya.

Ia menambahkan, Partai Gerindra dalam kebijakan umumnya saat ini mendorong kader-kader yang memiliki potensi dan peluang di Pilkada kabupaten/kota dan provinsi se-Indonesia. Kader-kader tersebut didorong untuk tampil sebagai calon yang akan ditampilkan pada Pilkada serentak di masing-masing daerah. Tidak terkecuali di NTB.

Garis kebijakan Gerindra itu memang cukup terlihat di Pilkada 2015 lalu. Saat itu, Gerindra menjadi partai yang banyak ‘menyetor’ kadernya ke suksesi di tujuh kabupaten/kota di NTB tersebut. Walhasil, sejumlah kader Gerindra pun menuai sukses. Melihat sikap mereka, tren ini tampaknya akan berlanjut di Pilkada

2018 mendatang.

Lantas bagaimana dengan faktor luar partai? Willgo mengutarakan, dalam beberapa kesempatan silaturahmi bersama masyarakat, dirinya mendapatkan banyak masukan. ‘’Ada beberapa komponen masyarakat yang menyampaikan untuk kami, kader Gerindra tampil pada Pilgub 2018 yang akan datang. Demikian juga kita akan tampilkan kader kita sendiri pada Pilbup Lotim, Lobar dan Pilkot Bima.”

Willgo menegaskan, semakin banyak pilihan yang dimiliki masyarakat, maka hal itu semakin baik demi menentukan siapa yang akan menjadi ‘pelayan’ mereka di 2018 mendatang.

Di tingkat elite parpol, Willgo mengakui bahwa komunikasi tetap berjalan. Namun, hal ini menurutnya merupakan bagian dari komunikasi rutin yang biasa dilakukan. Hanya saja, Willgo mengaku belum pernah terlibat pembicaraan yang lebih spesifik menyangkut Pilkada 2018.

‘’Karena memang waktunya relatif masih panjang yang semuanya bisa berubah sewaktu-waktu karena kebijakan partai masing-masing. Saya kira hubungan semua parpol di NTB sangat harmonis sekali. Ini modal dasar pembangunan NTB yang baik ke depan,’’ ujarnya.

Willgo juga tak menampik bahwa saat ini memang mulai terasa persiapan sejumlah figur untuk menyongsong 2018. ‘’Saya kira senior-senior politisi yang merupakan kepala daerah dan juga mantan kepala daerah dan unsur lainnya pun sudah mulai tampil ke arah suksesi Gubernur 2018,’’ ujarnya.

Willgo menganggap ini sebagai gelagat yang positif karena menandakan NTB memiliki banyak alternatif figur yang layak untuk melanjutkan TGB dalam membangun NTB.

“Dan saya yakin figur TGB akan sangat menentukan siapa yang akan menerima suksesi kepemimpinan NTB lima tahun ke depan.”

Willgo secara khusus memberikan apresiasi atas kiprah TGB dalam memimpin NTB. Pertumbuhan ekonomi di beberapa tahun terakhir cukup terasa geliatnya. Kerukunan antarumat beragama juga dinilai cukup kondusif. Bahkan, Willgo memperkirakan, seandainya undang-undang membolehkan gubernur dijabat oleh orang yang sama selama lebih dari dua periode, maka partainya tidak akan berpikir panjang untuk kembali mendukung TGB.

‘’Karena UU membatasi itu maka saya kira, siapapun yang nanti akan menjadi Gubernur NTB, punya tugas berat untuk bisa mempertahankan capaian NTB saat ini,’’ ujarnya. (aan)