Libur Panjang, Pantai di Teluk Bima Dipadati Warga  

Kota Bima (Suara NTB) – Puncak libur panjang dan cuti bersama Lebaran selama tujuh hari, pada Minggu, 10 Juli 2016, dimanfaatkan oleh sebagian warga Kabupaten maupun Kota Bima untuk berlibur ke pantai. Beberapa pantai di Teluk Bima, seperti pantai Ule, pantai Lawata Kota Bima, pantai Kalaki, pantai Pasir Putih di Desa Punti Kecamatan Soromandi dan Pulau Kambing yang berada di tengah teluk.

Pantauan Suara NTB, salah satu objek wisata pantai di teluk Bima yang dikunjungi warga adalah pantai Lawata yang berada di Wadumbolo Keluarahan Dara Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Dengan menggunakan kendaraan pribadi, mobil bak terbuka, kendaraan roda dua. Warga memadati  pantai yang berada di timur teluk Bima tersebut untuk menghabiskan libur panjang.

Selain mandi dan berenang, para pengunjung di pantai tersebut juga menikmati pemandangan di sekitar pantai dengan mengelilingi teluk Bima menggunakan perahu nelayan setempat. Tarif yang dikenakanpun relatif terjangkau.

“Kami ke pantai Lawata ini  untuk menghabiskan waktu libur panjang Lebaran, mengingat besok aktivitas kantor akan mulai normal,” kata Zulkifli, S.Sos kepada Suara NTB.

Menurut Zulkifli, tarif yang dikenakan untuk masuk dari area pantai Lawata itu bervariasi. Anak-anak dikenakan tarif Rp 2.000 per orang. Sementara orang dewasa Rp 5.000 per orang. Tarif tersebut juga bisa dinegosiasi, yang disesuaikan dengan kondisi jumlah pengunjung. Jika banyak tentu akan diberikan diskon.

“Selain dekat, harga masuk ke pantai ini relatif terjangkau, harganyapun bisa dinego. Selain itu ada pula tempat (barugak) yang disediakan,” ujar dia.

Seiring banyaknya pengunjung memadati objek wisata pantai ini, namun para pengunjung juga belum memiliki kesadaran untuk membuang sampah dengan baik. Sehingga membuat kondisi pantai terlihat kotor akibat dipenuhi sampah yang dibuang dengan sembarangan.

Hal serupa kerap terjadi setiap kali pengunjung memadati pantai tersebut. Hal itu dikeluhkan oleh penjaga pintu masuk pantai Lawata yang juga merupakan warga Wadumbolo Kelurahan Dara, Muliadin.

“Walaupun telah disediakan tong sampah, namun para pengunjung tetap saja membuang sampah dengan sembarang. Kebanyakan sampah sisa air mineral, dan bungkusan makanan ringan,” terangnya.

Selain pantai yang berada di teluk Bima, lokasi pantai yang dipadati oleh warga untuk mengisi waktu libur yakni pantai Rontu Kecamatan Monta, Pantai Bajo Pulo Kecamatan Sape. Pantai Lariti, Pink dan Pulau Kelapa yang berada di Kecamatan Lambu.

Kemudian pantai Ujung Kalate Kecamatan Ambalawi dan pantai Pulau Ular yang terletak di Kecamatan Wera.  Sementara di Kota Bima, terdapat pantai So Numbe di So Ati dan Pantai Kolo. (uki)