Pilgub NTB, PKS Beri Sinyal Kembali Usung Zul-Rohmi Jilid II

H. Abdul Hadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB kembali bermanuver perihal kesiapannya menghadapi perhelatan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur (Pilgub) NTB berikutnya. Kali ini PKS melempar wacana soal duet pasangan Dr. Zulkieflimansyah dan Dr. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) jilid II yang berpeluang dilanjutkan pada Pilgub NTB mendatang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS NTB, H. Abdul Hadi kepada Suara NTB, Rabu, 27 Januari 2021. Dikatakan Hadi, sementara ini tidak ada opsi politik yang lebih baik bagi PKS dari mendorong paket Zul-Rohmi untuk  melanjutkan kepemimpinannya di NTB ke periode kedua.

Iklan

“Kalau memang masyarakat merasa itu (Zul-Rohmi) perlu dilanjutkan, saya rasa tidak terlalu susah untuk dilakukan. Kan justru lebih bagus kalau dilanjutkan, kami juga melihat hubungan keduanya (Zul-Rohmi) bagus sampai sekarang,” ujar Abduh Hadi.

Mantan Ketua DPW PKS NTB itu menegaskan, bahwa hal itu akan dia kembalikan pada penilaian masyarakat melalui kegiatan survei terkait dengan kepuasan terhadap kepemimpinan Zul-Rohmi selama ini. “Kalau bagi PKS sekarang tinggal bagaimana penilaian masyarakat saja, kalau dinilai baik, bagus maka tidak terlalu sulit untuk Pak Zul kembali lagi dan juga bersama wakilnya (Rohmi),” katanya.

Walau PKS sendiri berharap bisa kembali mengusung duet Zul-Rohmi jilid II. Akan tetapi tidak sedikit pula yang melontarkan keinginan agar Zul-Rohmi saling berhadap-hadapan pada Pilgub mendatang. Suara tersebut bahkan cukup kuat digaungkan belakangan ini oleh sejumlah pihak.

Terkait hal itu Hadi menanggapinya santai. Menurutnya hal tersebut suatu yang lumrah. Akan selalu ada pro dan kontra terkait dengan paket Zul-Rohmi jilid II. PKS sendiri kata Hadi telah menangkap sinyal dari sejumlah pihak yang menginginkan agar Zol-Rohmi pecah kongsi pada Pilgub mendatang. “Itu biasalah dalam politik, ada like and dislike, dalam politik memang itu akan selalu terjadi. Tapi orang yang menginginkan begitu (pecah) itu dari orang yang dislike, yang memang sengaja ingin memecah (Zul-Rohmi),” tegasnya.

“Meskipun ada bahasa riak-riak orang yang memprovokasi, saya kira itu wajar, kita juga kan tidak menelannya mentah-mentah, kita telaah, tabayun, saling menguatkan. Saya kira ini bagian dari perjalanan politik,” sambungnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB itu kemudian mengatakan bahwa sejak dilantik hingga sekarang ini, kepemimpinan Zul-Rohmi masih tetap kompak. Hal ini sangat jarang terjadi, sebab kebanyakan kepala daerah dengan wakil kepala daerahnya sudah pecah kongsi pada satu tahun atau dua tahun jabatannya.

“Tapi Zul-Rohmi sejauh ini komunikasi masih baik-baik saja. Kalau yang lain kan baru dua tahun berjalan sudah pecah, tapi ini sampai sekarang masih baik-baik saja, solid,” pungkasnya. (ndi) 

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional