Pilgub 2018, PPP Makin Intens Jajaki Koalisi dengan Sejumlah Parpol

Mataram (suarantb.com) – Pilkada masih menyisakan dua tahun lagi, namun beberapa Partai Politik sudah terlihat membangun gerakan. Seperti PPP yang semakin intens menjajaki koalisi dengan sejumlah parpol lainnya.

Sebagai partai yang berideologi Islam, PPP tak lantas menutup diri dengan menggandeng partai-partai nasionalis seperti PDIP, Nasdem dan Golkar. Selain itu, komunikasi dengan partai seideologi juga gencar dilakukan. Hal tersebut disampaikan ketua DPW PPP NTB Hj Wartiah, kepada wartawan, Selasa, 6 September 2016.

Menurut Wartiah, hal tersebut merupakan langkah awal untuk melihat beberapa kemungkinan untuk membangun koalisi. Membuat peta-peta kekuatan politik adalah hal yang mutlak dilakukan agar kelak bisa mengerucut kepada salah satu figur yang memiliki kapasitas mumpuni dan direstui oleh banyak parpol.

“Kita membuka kemungkinan-kemungkinan koalisi. Artinya kami sudah membicarakan di awal, dan nanti kita akan tindaklanjuti. Kita akan mencoba merumuskan, pasca TGB ini siapa yang pantas melanjutkan,” ujarnya.

Menurut Wartiah, PPP sudah membuka komunikasi dengan beberapa parpol. Diantaranya PDIP, PKB, dan Nasdem. Ia juga menambahkan, tidak menutup kemungkinan bagi partainya untuk membuka komunikasi dengan parpol lainnya.

“Ada PKB lima suara, ada PPP enam suara, sudah 11, juga PDIP lima suara, sudah 16 suara, melanggenglah kita. Selain itu kita juga membuka komunikasi dengan pak Amin, Nasdem,” katanya.
Terkait dengan harapan masyarakat yang menyebut bahwa calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB ke depan harus memiliki gagasan-gagasan cerdas, dan tidak hanya mengandalkan popularitas. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian yang menjadi salah satu indikator dalam penjaringan figur.

“Saya kira sebagai pimpinan parpol, itu yang kita harapkan untuk NTB ke depan. Bukan hanya populer tapi memiliki gagasan membangun NTB kedepan. Kita akan lihat rekam jejaknya,” katanya.

Sejauh ini, kata Wartiah, sudah banyak nama-nama yang beredar di internal PPP untuk dikaji kelayakannya. Namun, untuk mengerucut kepada satu figur masih belum ada kepastian.

“Masih belum, kita masih melihat. Memang sudah banyak nama-nama yang menjadi pembahasan di internal kami. Nanti kita kaji, siapa yang paling pantas,” ungkapnya.

Mengenai kemungkinan menjajaki pembicaraan dengan parpol di luar yang telah disebutkan di atas? Menurut Ketua Komisi V DPRD NTB ini, dalam dunia politik, segala kemungkinan bisa terjadi. Ia selaku Ketua DPW PPP melihat fenomena tersebut sebagai bagian dari proses berpolitik.

“Politik kan seni segala kemungkinan. Bisa saja nanti menjadi koalisi merah, kuning, hijau, putih. Kan politik, seni segala kemungkinan,” tandasnya. (ast)