Pikat Peserta Sail Indonesia 2017, Sumbawa Gelar Kejuaraan Internasional Barapan Kebo

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kejuaraan Internasional Barapan Kebo atau Saka  Buffalo Race World Championship resmi dimulai Selasa, 29 Agustus 2017. Kegiatan pertama dilaksanakan di arena belakang Terminal Sumer Payung, Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas. Diharapkan Barapan Kebo ini mampu memikat para tamu yang menjadi peserta Sail Indonesia 2017.

Wakil Bupati Sumbawa dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Setda Sumbawa, Dr. M. Ikhsan menyampaikan, barapan kebo merupakan tradisi masyarakat Sumbawa yang sudah lama tumbuh dan berkembang. Dilaksanakan sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur masyarakat Sumbawa setelah panen atau saat masuknya musim tanam. Dimana kehidupan masyarakat Sumbawa dari dulu hingga sekarang sangat erat dengan ternak kerbau.

Iklan

Hal ini terlihat dari fungsi dan peranan kerbau dalam kehidupan masyarakat Sumbawa. Misalnya sebagai sarana untuk mengolah lahan pertanian, tabungan keluarga, untuk kebutuhan sosial keagamaan seperti pergi haji, pesta perkawinan dan sumber biaya Pendidikan.

Dijelaskannya, hingga kini perkembangan peternakan di Kabupaten Sumbawa kondisinya cukup menggembirakan. Baik dari aspek perkembangan populasi yang masih terkendali, maupun peningkatan produksi dan produktivitas ternaknya. Apalagi dengan seringnya dilaksanakan kontes ternak termasuk barapan kebo, semakin mendorong para peternak untuk mengembangkan populasi dan kualitas ternak.

Pihaknya berharap barapan kebo ini bisa menjadi salah satu keunikan untuk memikat para tamu. Apalagi saat ini Sumbawa sedang kedatangan tamu dari Sail Indonesia 2017. Sehingga para tamu ini nantinya memiliki keinginan untuk kembali datang ke Sumbawa.

“Mengingat saat ini kita sedang kedatangan tamu dari Sail Indonesia 2017, kami berharap kegiatan ini menjadi salah satu keunikan yang memikat tamu. Sehingga mereka mau kembali ke Sumbawa di kemudian hari,” ujarnya.

Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mempertahankan citra Kabupate Sumbawa yang dikenal nyaman, aman dan tertib. Serta ciri khas masyarakatnya yag ramah dan bersahabat.

Sementara Ketua Persatuan Barapan Kebo Sumbawa, H. Ilham Mustami mengatakan kegiatan ini merupakan pintu pembuka untuk melangkah ke tahap selanjutnya.

Dimana diharapkan barapan kebo ini tidak hanya menjadi konsumsi lokal tetapi menjadi konsumsi regional, nasiona bahkan internasional. Adapun dalam event ini sudah terdaftar 41 tim  yang akan berlaga. Masing-masing tim terdiri dari lima pisang kerbau. Dengan total kerbau yang dilombakan sebanyak 205 pasang.

“Tema world championship ini diambil sebagai pintu masuk ajang promosi barapan kebo ke tingkat internasional. Bukan berarti kejuaraan dunia ini harus seluruh dunia. Tetapi promosinya, peminat pemerhatinya  datang dari seluruh dunia. Dan kegiatan pertama ini disaksikan peserta Sail Indonesia. Para peserta Sail mengatakan bahwa kegiatan sangat menarik. Mereka juga akan mempromosikan kegiatan ini ke daerah asalnya,” terangnya.

Ia menjelaskan, “Saka”  Bufallo Race World Championship dilaksanakan sebanyak 10 seri. Dimulai Selasa, 29 Agustus 2017 dan berakhir pada September 2018 yang merupakan puncak dari 10 seri yang diselenggarakan. Kedepannya diharapkan kegiatan barapan kebo ini menjadi ikon destinasi wisata busaya. Sekaligus olahraga di Kabupaten Sumbawa yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Sumbawa. Sehingga menimbulkan multiplayer efek bagi masyarakat dan di sektor ekonomi lainnya. (ind)