Pidato Perdana, Djohan Sjamsu ‘’Curhat’’ Kondisi KLU

Bupati KLU H. Djohan Sjamsu menyampaikan pidato perdana di depan anggota DPRD, Senin, 1 Maret 2021. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati, Danny Karter Febrianto Ridawan, ST., M.Eng., menghadiri rapat paripurna perdana di DPRD, Senin, 1 Maret 2021. Dalam pidato perdananya di depan DPRD, Djohan Sjamsu memilih mengabaikan “teks book” yang disiapkan Sekretariat Daerah. Sebaliknya, ia lebih memilih curhat, dan membangkitkan kembali memori seluruh pejabat OPD terhadap dinamika pembangunan selama berdirinya KLU.

“Saya tidak mau baca ini, saya lebih baik bercerita saja,” ucapnya.

Iklan

Cerita Djohan itu tidak lepas dari berbagai informasi, persoalan yang berkembang selama 10 tahun terakhir. Di mana pondasi pembangunan yang ia bangun di periode pertama, cenderung stagnan. Salah satunya, Vokasi Unram.

Pada persoalan vokasi, ia mengaku pernah dihubungi Rektor Unram. Kepadanya diberitahukan bahwa vokasi akan ditarik ke Mataram, karena berbagai pertimbangan. Meski tidak menjabat sebagai Bupati saat dihubungi Unram, ia tidak bisa menolak keinginan Unram itu. Namun demikian, ia meminta agar Unram tidak mengganti nama Vokasi Lombok Utara yang sudah melekat sejak berdirinya.

Hingga berjalannya waktu, fakta ditariknya vokasi terungkap dari berbagai laporan. Salah satunya, jumlah mahasiswa yang bersekolah sangat sedikit. Selain itu, daerah juga pernah punya utang mencapai Rp 300 juta karena keteledoran OPD yang tidak mengawal anggaran vokasi dengan baik.

Kondisi ini praktis mengalami kemunduran dibandingkan saat vokasi itu ia bangun. “Letak bangunannya juga terlalu jauh. Saya kira, letaknya di tengah-tengah (kecamatan), seperti di Gangga,” sebutnya.

Selain vokasi, Djohan juga menyinggung keberadaan SDM KLU unsur Kepolisian yang masih kurang, program beasiswa tenaga kesehatan yang mandek, serta pengawalan tenaga pendidik K2 yang tidak berlanjut.

“Saya pernah menghadap ke Pak Kapolda, supaya anak-anak (polisi) kita di daerah ini dipulangkan. Sejelek-jeleknya dia, dia punya manfaat untuk membantu keamanan daerah,” katanya mengingat komunikasinya dengan Kapolda NTB.

Dengan beberapa curhat tersebut, Djohan tampaknya akan memulai kembali membangun pondasi Lombok Utara dari awal. Untuk itu berharap, di tengah situasi pandemi saat ini, dukungan semua pihak – termasuk DPRD sangat dibutuhkan. “Saya juga berharap, anggaran aspirasi anggota DPRD sejalan dengan visi misi kepala daerah. Tapi ini tergantung Pak Mariadi,” selorohnya. (ari)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional