PHRI Pertanyakan Data BPS Soal Kunjungan Wisman di Masa Pandemi

Ni Ketut Wolini. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTB mempertanyakan data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang kenaikan tingkat kunjungan wisawatan asing di NTB pada masa pandemi corona ini. “Dari mana wisatawan asing mau datang, pernah lihat wisatawan asing berjalan jalan ndak di Lombok, sepi,” kata Ketua PHRI Provinsi NTB, Ni Ketut Wolini, Rabu, 2 Desember 2020.

Sebelumnya, BPS Provinsi NTB merilis angka kunjungan wisatawan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Bulan Oktober 2020 mengalami kenaikan dibandingkan Bulan September 2020, yaitu mencapai sebesar 2,56 poin. TPK Bulan Oktober 2020 sebesar 34,49 persen, sedangkan TPK hotel bintang Bulan September 2020 hanya sebesar 31,93 persen. Jika dibandingkan dengan TPK hotel bintang Bulan Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 15,80  poin dari TPK sebesar 50,29 persen.

TPK Hotel Non Bintang Bulan Oktober 2020 hanya 16,47 persen mengalami kenaikan 0,42 poin dibanding Bulan September 2020 dengan TPK sebesar 16,89 persen. Jika  dibandingkan dengan Bulan Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 13,29  poin dari 29,76 persen. Rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada Bulan Oktober 2020 tercatat 1,98 hari, mengalami kenaikan sebesar 0,26 hari dibandingkan Bulan September 2020 sebesar 1,72 hari.

Rata-rata lama menginap (RLM) tamu di Hotel Non Bintang pada Bulan Oktober 2020 sebesar 1,24 hari, mengalami kenaikan sebesar 0,06 hari dibandingkan dengan RLM bulan September 2020 sebesar 1,18  hari. “Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Bulan Oktober 2020 tercatat  40.490 orang yang terdiri dari 39.880 orang tamu dalam negeri (98,49 %) dan hanya 610  orang tamu luar negeri (1,51 %). Jumlah tamu yang menginap di hotel non bintang pada bulan Oktober 2020 tercatat 44.497 orang yang terdiri dari 44.348 orang tamu dalam negeri (99,67 %) dan hanya 149 orang tamu luar negeri  (0,33 %).

“Data jumlah wisatawan asing yang disampaikan merupakan hasil pendataan bulanan kami ke hotel bintang dan non bintang se-NTB. Bukan data yang kami ambil di bandara atau pintu masuk lainnya.,” kata Kepala BPS NTB Suntono. Wolini menegaskan, tingkat okupansi hotel saat libur panjangpun terbilang masih rendah. Dibawah 50 persen. Atau rata – ratanya 60 persen.

Itupun, menurutnya kunjungan ke hotel di dominasi oleh wisatawan domestik dan lokal. “Jarang sekali menjumpai wisatawan asing. Teman-teman hotel mempertanyakan data itu. Lagi pula penerbangan langsung internasional rata-rata belum buka,” demikian Wolini. Untuk itu, ia juga berharap semua pihak terkait duduk bersama, menyatukan persepsi tentang data wisatawan. Wolini mengatakam, saat ini untuk mencatat kunjungan wisatawan masing berbeda-beda antara antara BPS, Dinas Pariwisata dan BPD PHRI. Yang jelas, ril kunjungan wisatawan asing sampai saat ini sangat sepi, jauh lebih rendah dari jumlah yang disajikan BPS. (bul)