PFC Yakin Pemkot Tak Berani Putus Kontrak Kerjasama

Mataram (Suara NTB) – Ancaman pemutusan kontrak kerjasama oleh Pemkot Mataram sama sekali tidak membuat PT. Pasifik Cilinaya Fantasi mundur. Manajemen Mataram Mall tetap berpegang pada perjanjian kontrak yang berlaku hingga tahun 2046.

Manager Mataram Mall, Teddy Saputra di Mataram, Jumat, 4 November 2016 menegaskan, perjanjian kontrak kerjasama antara PT. Pasifik Cilinaya Fantasi dengan Pemkot Mataram sesuai pasal 5 ayat 1 dan 2 bahwa pemanfaatan lahan oleh pihak ketiga selama 30 tahun sejak tahun 1996. Kemudian dilanjutkan pada ayat 2, pengelolaan ditambah 20 tahun sehingga masa kontrak kerjasama berakhir tahun 2046. Artinya, tidak mungkin pemutusan kontrak kerjasama dilakukan semena – mena oleh Pemkot Mataram selaku pihak pertama. “Tidak mungkinlah. Karena kan sudah jelas bunyi dikontrak kerjasamanya,” kata Teddy.

Iklan

Memang tidak secara tegas disampaikan oleh Teddy, konsekuensi dari pemutusan kerjasama secara sepihak. Tapi jelas, hal ini berpotensi terhadap pelanggaran hukum.

Terhadap royalti Mataram Mall ditegaskan, belum disepakati pembayaran Rp 300 juta. Pertimbangan ini mengingat kondisi mall sepi dan vendor tidak seperti biasanya. Selain itu, kenaikan 100 persen dinilai tidak pas dan perlu dilakukan pengkajian kembali. Pihaknya juga akan menghitung jumlah ideal pembayaran royalti.

Rencananya aku Teddy, penentuan besaran royalti ini akan dibahas kembali bersama Dewan. Ditanya soal rencana pembentukan tim appraisal bersama? Pihaknya posisi menunggu saja. Tetapi ini tetap akan dibicarakan bersama.

Seperti diketahui, pembahasan royalti Mataram Mall yang berlangsung Selasa (1/11) berlangsung alot. Kedua belah pihak sama – sama mempertahankan pandangan mengenai penentuan royalti. Pemkot Mataram selaku pemilik lahan tetap meminta royalti Rp 300 juta. Jumlah ini sesuai rekomendasi tim akademisi bahwa royalti sepantasnya Rp 375 – 600 juta. Pandangan berbeda diutarakan pihak PFC bahwa dengan melihat aspek lainnya, nilai Rp 300 juta dinilai cukup besar. Oleh karena itu, manajemen Mataram Mall meminta waktu untuk melakukan penghitungan kembali.

Alotnya pembahasan dan tidak adanya titik temu, Pemkot Mataram berencana mengambil sikap dengan mengancam memutus kontrak kerjasama. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here