Petugas Positif Covid-19, Puskesmas Selaparang Ditutup

Puskesmas Selaparang, Kota Mataram, yang ditutup sementara karena adanya petugas Puskesmas yang dinyatakan positif Covid-19. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram menutup pelayanan Puskesmas Selaparang sejak Senin, 12 Oktober 2020, menyusul ditemukannya salah seorang petugas di fasilitas kesehatan tersebut yang terjangkit virus corona (Covid-19).

“Petugas loket Puskesmas Selaparang satu orang hari Minggu malam kemarin rilisnya positif, terus paginya kita rapid semua petugas yang ada di sana,” ujar Kepala Dikes Kota Mataram, dr. Usman Hadi saat dikonfirmasi, Selasa, 13 Oktober 2020.

Iklan

Diterangkan, berdasarkan catatan pihaknya jumlah petugas di Puskesmas Selaparang mencapai 60 orang. Namun rapid test dilakukan pada 46 orang di antaranya yang memiliki potensi tertular paling tinggi.

“Dari jumlah itu 11 orang reaktif. Yang reaktif ini saya suruh isolasikan mulai kemarin,” jelas Usman. Penutupan layanan yang dilakukan disebutnya untuk melihat situasi lebih lanjut dan menghindari penyebaran Covid-19 yang lebih luas. “Itu termasuk yang non reaktif juga kita suruh isolasi saja dulu,” sambungnya.

Kendati demikian, seluruh petugas yang menjalani rapid test disebutnya masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG). Sehingga hasil pemeriksaan swab diperkirakan tidak akan menunjukkan jumlah virus yang terlalu tinggi, atau bahkan tidak tertular sama sekali.

Petugas loket Puskesmas Selaparang yang positif Covid-19 sendiri berdasarkan riwayat yang tercatat di Satgas Covid-19 Kota Mataram tertular dari istrinya yang melahirkan. “Istrinya melahirkan di salah satu rumah bersalin. Waktu dirapid reaktif, kemudian di-swab sama rumah sakitnya positif. Karena yang menunggu di rumah sakit suaminya ini, suaminya di-swab juga. Ternyata dia juga positif,” jelasnya.

Mengingat pelayanan di Puskesmas Selaparang ditutup untuk sementara, pasien yang ingin berobat dialihkan ke Puskesmas Karang Taliwang, Puskesmas Pejeruk, dan Puskesmas Mataram. Selain itu dapat juga melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Pembantu Rembiga dan Puskesmas Pembantu Sayang-Sayang.

Di sisi lain, pemeriksaan rapid test disebut Usman terbatas pada petugas Puskesmas Selaparang saja. “Kalau pasien tidak ada yang kita priksa. Karena di sana juga sepi sekarang, orang pada takut (datang ke Puskesmas karena Covid-19),” tandasnya. (bay)