Petugas Pasar di Mataram Divaksinasi

Mataram (Suara NTB) – Ratusan orang petugas dan pengelola pasar di Kota Mataram mengikuti vaksinasi coronavirus disease (Covid-19) yang difasilitasi Dinas Perdagangan (Disdag) dan Dinas Kesehatan (Dikes). Upaya tersebut dilakukan untuk membantu percepatan munculnya herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap penularan virus.

Kepala Disdag Kota Mataram, H. Amran M. Amin menyebut vaksinasi yang dipusatkan di Kantor Disdag Kota Mataram tersebut sekaligus untuk menjamin pelayanan masyarakat di seluruh pasar di Kota Mataram. Mengingat pasar menjadi salah satu lokasi dengan jumlah interaksi cukup tinggi walaupun di tengah pandemi.

Iklan

“Ini perhatian kita untuk para petugas yang menangani masyarakat di lapangan. Sekaligus kita beri jaminan pada masyarakat bahwa vaksinasi itu aman, dan ini upaya kita untuk saling menyelamatkan,” ujar Amran, Selasa, 30 Maret 2021.

Diterangkan, sebanyak 270 orang petugas dan pengelola pasar mengikuti vaksinasi tersebut. Antara lain Kepala Pasar, petugas keamanan, petugas kebersihan, juru pungut, dan seluruh pegawai Disdag Kota Mataram sendiri. “Kita ingin masyarakat tidak ragu lagi, baik untuk mengikuti vaksinasi atau khawatir tertular di pasar,” jelasnya.

Salah seorang petugas pasar yang menerima vaksinasi, Alfian Hadi mengakui dirinya sempat merasa khawatir menerima suntikan vaksin Covid-19 tersebut. “Takut saja, takut tidak sesuai sama badan (efeknya),” ujarnya kepada Suara NTB, Selasa, 30 Maret 2021.

Kendati demikian, sebagai upaya bersama untuk mengatasi pandemi dirinya memberanikan diri mengikuti program vaksinasi yang difasilitasi Disdag Kota Mataram tersebut. “Jadinya mau tidak mau harus mau. Ada rasa takut memang sedikit, tapi sekarang jadi lebih tenang juga setelah divaksin,” ujar Koordinator Kebersihan Pasar Induk Mandalika tersebut.

Di sisi lain, dirinya bersyukur Pemkot Mataram terus berupaya menanggulangi pandemi yang terjadi. Salah satunya dengan melakukan vaksinasi kepada masyarakat. Pasalnya, pandemi yang berlangsung lebih dari satu tahun diakui memberikan dampak cukup besar, terutama pada perputaran ekonomi di masyarakat. “Di pasar misalnya jadi lebih sepi. Jadi kalau memang vaksin (bisa jadi solusi), kita vaksin saja. Efeknya juga tidak ada ternyata, dari tadi cuma ngantuk saja,” tandas Alfian. (bay)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional