Petik Edelweis, Oknum Ini Dilarang Naik Rinjani

Mataram (suarantb.com) – Gerah dengan tindakan sejumlah oknum pendaki yang memetik bunga Edelweis sebagai ‘oleh-oleh’, akhirnya pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengeluarkan pernyataan larangan mendaki bagi pemetik Edelweis. Foto tertera dalam surat edaran TNGR tersebut menampakkan lima oknum pendaki yang berfoto bersama bunga Edelweis.

“Orang-orang yang berada di foto tersebut dilarang melakukan pendakian ke Gunung Rinjani,” demikian tertera dalam surat tertanggal 21 Juli 2017.

Iklan

Koordinator Perlindungan dan Pengamanan Hutan TNGR, Daniel A. Rosang yang dikonfirmasi membenarkan adanya surat pernyataan tersebut. Alasannya, lima oknum tersebut telah melanggar kode etik pecinta alam dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Pasal 33 yang berbunyi sebagai berikut.

Setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional, taman hutan raya dan taman wisata alam.

“Barang siapa yang melakukan akan dikenai pidana hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta,” katanya.

Selain UU 5 Tahun 1990, memetik bunga Edelweis juga melanggar UU 41 Tahun 1999 yang konsekuensinya bisa diancam penjara paling lama satu tahun dan denda maksimal Rp 50 juta.

Diketahui, foto lima oknum yang berpose bersama Edelweis tersebut disebarkan akun Facebook bernama Virzha SaNy pada grup Facebook Rinjani Trekking. “Edelweis dilarang untuk dipetik. Tapi dicabut sampai akar. Kayak kita brooooohhhhh,” tulisnya sambil melampirkan sejumlah foto.

Menyikapi aksi ini marak dilakukan kaum muda, Daniel mengakui masih adanya tren bahwa Edelweis lambang keabadian. Sehingga, banyak yang berbondong-bondong menghadiahkannya pada kekasih, sahabat, suami atau istri sebagai lambang keabadian cinta.

“Edelweis memang disebut bunga abadi, mungkin itu alasannya,” ucapnya. (ros)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional