Petik Edelweis Bisa Masuk Penjara dan Bayar Denda

Mataram (suarantb.com) – Tindakan memetik bunga Edelweis di Gunung Rinjani tengah menjadi perhatian warganet, salah satunya yang tergabung dalam grup Facebook Rinjani Trekking. Dihubungi suarantb.com, pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) membenarkan aksi tersebut tengah menjadi sorotan.

Koordinator Perlindungan dan Pengamanan Hutan TNGR, Daniel A. Rosang menyatakan jika ingin ditindak tegas, oknum pendaki yang memetik Edelweis tersebut bisa diseret sebagai pelaku tindak pidana dan diharuskan membayar denda.

Iklan

“Memang kalau bicara hukum tindakan ini bisa dikaitkan dengan UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan UU Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan. Oknum yang melakukan bisa diberikan sanksi serius, penjara dan bayar denda,” jelasnya dihubungi Jumat, 21 Juli 2017.

Meski mengakui ada banyak foto yang beredar di media sosial tentang oknum pendaki yang memamerkan foto bersama Edelweis, Daniel menyampaikan TNGR belum akan menempuh proses hukum. Langkah hukum belum bisa diambil menurut dikarenakan belum bisa dilakukan pembuktian terhadap foto-foto yang beredar.

“Kami tidak mau hal-hal begini harus diproses hukum. Lain halnya kalau ada yang sengaja memetik, memanen kemudian dijual. Baru kita akan tindak tegas,” ucapnya.

“Tapi memang menyesali secara moral, ada yang memfoto dengan membawa setumpuk bunga Edelweis. Kami kaget kok masih ada yang mengaku pecinta alam, pemerhati lingkungan melakukan hal-hal demikian,” akunya.

Saat ini, sebagai bentuk pencegahan makin maraknya pendaki Rinjani yang membawa ‘oleh-oleh’ Edelweis, pembinaan lebih intensif akan dilakukan. Utamanya, terhadap para kelompok pecinta alam dan pendaki baik secara formal maupun informal. Agar bersama-sama menjaga Rinjani, bukan hanya gunungnya namun semua yang ada di dalamnya.

“Petugas kita juga ada yang patroli di pos-pos, seperti di pintu Sembalun dan Senaru. Jadi pendaki itu dicek kalau ada yang bawa Edelweis di ransel atau jaketnya kita sita,” imbuhnya.

Ditambahkan Daniel, tanaman Edelweis tersebar hampir di seluruh kawasan Rinjani, seperti di Pelawangan Sembalun, Pelawangan Senaru, dan Pelawangan Batu Belah. Sayangnya, pihak TNGR tidak mengetahui berapa luas kawasan di Rinjani yang ditumbuhi Edelweis. (ros)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional