Peternak KSB Masih Senang Melepas Ternaknya Secara Bebas

Taliwang (Suara NTB) – Dalam upaya meningkatkan kesehatan ternak sapi, Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DPPP) Sumbawa Barat menyarankan peternak untuk menerapkan sistem pemeliharaan intensif (sistem kandang). Peternak di KSB masih senang melepas ternaknya secara bebas untuk mencari makan.

Kabid Peternakan DPPP KSB, Kusmirin mengatakan, sistem peternakan intensif secara teknis banyak memberikan keuntungan kepada peternak. Tidak saja di sisi kesehatan, tapi prosedur pemelihaan dengan mengandangkan sepanjang hari ini bisa meminimalisir terjadinya kehilangan ternak yang selama masih sering dialami para peternak. “Kalau sisi kesehatannya sudah pasti. Dan juga keamanan ternak lebih terjamin,” terangnya, Selasa, 18 April 2017.

Iklan

Diakuinya, beternak secara intensif sedikit merepotkan sebab seluruh kebutuhan pakan ternak harus disediakan sepanjang hari. Hanya saja untuk kesehatan, peternak dapat mengontrolnya dengan seksama terutama dari asupan makanan yang diberikan. “Sumber penyakit ternak itu kan kebanyakan dari makanan. Nah kalau dikontrol makanannya maka secara otomatis potensi terserang penyakit makin kecil,” timpalnya.

Kusmirin menyarankan peternak untuk merubah pola beternaknya dari pengembalaan ke sistem intensif cukup sulit. Pasalnya secara turun temurun beternak dengan melepas ternak untuk mencari pakannya sendiri sudah menjadi tradisi masyarakat. “Tapi kami akan terus menyarankan kepada peternak karena memang banyak keuntungannya,” katanya.

Meski sulit, Kusmirin mengaku tetap ada peternak yang secara perlahan mulai merubah cara beternaknya ke pola intensif. Terutama mereka yang memiliki konsen penggemukan. Saat ini di KSB sudah mulai banyak peternak yang menggeluti peternakan sapi untuk penggemukan dan menjadikan pola intensif sebagai sistem pemeliharaannya. “Seperti misalnya di Poto Tano sudah banyak peternak kita yang pakai pola intensif. Jadi mudah-mudahan pola tersebut bisa mulai diikuti peternak lainnya,” harapnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, untuk membumikan pola peternakan intensif tersebut pihaknya akan memanfaatkan program bantuan yang akan digelontorkan pemerintah tahun ini. Khusus bagi penerima bantuan sapi dari program Bariri Ternak nantinya akan disarankan untuk menerapkan pola intensif dalam pemeliharaannya. “Kan kebetulan nanti bantuannya diterima per kelompok. Jadi pemeliharannya secara kolektif dan di kita akan sarankan agar dipelihara intensif,” ujarnya seraya menambahkan memelihara ternak dengan melepas mencari makan juga mengancam kegiatan ekonomi masyarakat lainnya.

“Misalnya saja kalau masuk ke areal pertanian warga, kan sudah bisa dipastikan akan merusak tanaman. Nah ini juga yang selama ini kita berikan contoh bahwa ada banyak kerugian memelihara ternak dengan cara melepas,” pungkas Kusmirin. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here