Petani Lobar Tebus Pupuk Rp300 Ribu Per Kwintal

Tanaman padi petani di Lobar ini butuh pupuk. Petani khawatirnya akan rusak kalau terlambat dipupuk.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Petani di Lombok Barat (Lobar) mengeluhkan kondisi pupuk masih limit di lapangan. Tidak saja susah mendapatkan pupuk, petani juga harus menebus pupuk dengan biaya di atas harga eceran tertinggi (HET). Petani membeli Rp300 ribu per Kwintal.

H. Munawar, pengurus kelompok tani di Desa Bagek Polak kecamatan Labuapi menuturkan, pupuk begitu langka di lapangan. “Harga pupuk per kwintal dibeli petani Rp300 ribu. Pupuk juga ndak ada (limit),’’ kata dia, Rabu, 27 Januari 2021. Ia mempertanyakan banyak petani yang sebelumnya mendapat jatah pupuk subsidi namun sekarang tidak diberikan, karena namanya tidak ada di data. Padahal ada warga ini sebelumnya tiap tahun mendapatkan pupuk. Karena memang mereka punya tanah.

Iklan

Ia tidak tahu ke mana jatah pupuk petani tersebut. Selain pupuk limit, petani juga kewalahan karena jatah pupuk dibatasi. Sehingga kondisi ini menyebabkan petani menangis.

Ihsan, petani di Sekotong mengatakan di daerah Batu Putih harga pupuk sesuai HET Rp225 ribu. Namun yang menjadi keluhkan adalah kondisi stok pupuk terbatas sehingga banyak petani tak mendapatkan pupuk bersubsidi. Sehingga mereka terpaksa harus membeli pupuk non subsidi. Dari alokasi 200 ton pupuk urea untuk desa Batu Putih, belum cukup. “Kami kekurangan pupuk, sehingga petani yang terdaftar tidak bisa mendapatkan pupuk,” tuturnya. Keterlambatan pupuk juga menyebabkan tanaman petani rusak.

Kadis pertanian Lobar, H. Muhur Zokhri mengatakan, soal keluhan petani karena membeli pupuk Rp300 ribu per kwintal perlu dikoordinasikan dengan penyalur baik distributor maupun pengecer. “Coba kami akan tindaklanjut dan awasi ke distributor dan pengecer,” imbuh dia. Yang jelas, sesuai dengan aturan bahwa HET pupuk sudah diatur. Kalau lebih dari itu maka tidak boleh karena melanggar aturan. Terkait kenaikan harga, diakui memang harganya sedikit naik. Berdasarkan, pasal 12 Permentan Nomor 49 tahun 2020 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi tahun 2021, terdapat kenaikan HET beberapa jenis pupuk bersubsidi tahun 2021. Di antaranya, pupuk jenis urea HET sebelumnya Rp1.800 per kilogram naik menjadi Rp2.500 per kilogram. Terdapat kenaikan sekitar Rp450. Pupuk Jenis SP-36,HET sebelumnya Rp2.000 naik menjadi Rp2.400. Terdapat kenaikan Rp 400.

Kemudian jenis pupuk ZA mengalami kenaikan Rp300, dari harga sebelumnya Rp1.400 menjadi Rp1.700 per kilogram. Dan jenis pupuk organik granul, HET sebelumnya Rp500 per kilogram menjadi Rp 700 per kilogram. Terdapat kenaikan sekitar Rp300. Sedangkan jenis pupuk NPK tidak mengalami kenaikan harga. (her)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional