Petani Lebah Madu Trigona di Lobar Kewalahan Penuhi Permintaan Pembeli

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid didampingi Kadis Koperasi dan UMKM bersama para peserta pelatihan.

Giri Menang (Suara NTB) – Para petani peternak dan pelaku usaha madu terutama madu jenis trigona di Kabupaten Lombok Barat kewalahan memenuhi permintaan pembeli di masa Pandemi ini. Menyusul permintaan pembeli selama Pandemi ini melonjak tajam. Melihat kondisi ini, Dinas Koperasi dan UMKM Lobar memberikan pelatihan kewirausahaan kepada 30 orang petani dan pelaku usaha di daerah itu.

Pelatihan yang dibuka oleh Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam upaya peningkatan produktivitas para peternak. Salah seorang peserta pelatihan, Zulhadi peternak Lebah Madu Sekotong (Maskot) asal Desa Batu Putih menuturkan madu trigona laku keras karena tingginya permintaan pembeli di masa pandemi ini. “Laku keras madu ini, sampai kami tidak ada stok. Karena begitu panen, langsung habis,” kata dia, Rabu, 25 Agustus 2021.

Iklan

Karena tingginya permintaan, pihaknya sampai tidak mampu memenuhi. Sehingga ada pembeli terpaksa antre untuk membeli madu ini. Madu ini sendiri sudah masuk ke supermarket dan restoran.

Selain itu, yang memesan madu ini berasal dari luar daerah seperti Bali, Bandung, dan Jakarta. Satu botol berisi 250 dan 500 mililiter, dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp110-Rp200 ribu. Ia sendiri, dalam satu bulan panen paling minim memperoleh 25-30 botol. Dengan jumlah stub di rumahnya sebanyak 450 buah. Sedangkan yang terbesar di anggota hampir 1.500 stub.

Sementara itu, Bupati Lobar mengatakan kegiatan pelatihan yang diadakan Dinas Koperasi ini dikhususkan kepada petani madu trigona. Pelatihan berupa cara memproduksi madu supaya bersih termasuk soal pemasaran online.

Madu trigona ini menjadi komoditas unggulan di Lobar. Apalagi madu ini mudah dibudidayakan masyarakat sehingga dijadikan prioritas. Karena dari sisi pasar pun relatif tersedia, seperti untuk masyakarat umum dan hotel.

“Bahkan informasi dari para petani, pelaku usaha Madu kewalahan penuhi permintaan pasar (pembeli). Apalagi variasi produk dengan bawang putih nunggal, lumayan besar nilai jualnya. Rp 125 Ribu dijual dan laris,” jelas Fauzan.

Bupati akan mendorong agar produk madu ini diserap oleh OPD dan hotel, seperti halnya garam. Sejauh ini jumlah stub trigona ini di Batulayar saja 20 ribu stub lebih, belum lagi di Sekotong dan kecamatan lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lobar, H. M. Fajar Taufiq mengatakan, pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas SDM peternak dan petani madu trigona agar bisa menghasilkan madu berkualitas dan higienitasnya terjamin. Selain itu mampu meningkatkan produktivitasnya. “Apalagi saat ini pemesanan madu trigona ini naik di masa landemi ini,” imbuhnya.

Pihaknya juga membantu dari sisi pemasaran petani madu.Taufiq menambahkan, pelatihan diadakan mulai tanggal 25-27 Agustus yang diikuti 30 peserta. Narasumber berasal dari akademisi dan instruktur dari praktisi usaha dan Diskop Lobar. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional