Petani Keluhkan Saluran Irigasi Rusak dan Tersumbat Karena Sampah

Mataram (Suara NTB) – Para petani mengeluhkan saluran irigasi rusak dan tersumbat akibat sampah. Saluran irigasi yang dikeluhkan petani ini berada di sekitar area persawahan dekat Pasar Selak, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya. Seperti yang disampaikan H. Aris kepada Suara NTB belum lama ini. Persoalan tersumbatnya saluran irigasi ini menyebabkan distribusi air ke sawahnya terganggu.

Persoalan ini menurutnya telah berlangsung cukup lama dan semua petani di kawasan itu bahkan sampai di Turida mengeluhkan hal yang sama. “Ini sudah lama, sudah tahunan. Sulit air gara-gara sampah. Coba itu terus ke timur banyak sampahnya,” ujar warga Lingkungan Lendang Lekong, Mandalika ini ditemui di dekat sawahnya. Persoalan ini juga kerap disampaikan ke pekaseh, namun tak kunjung ada solusi. Pria paruh baya ini berharap saluran tak hanya diperbaiki atau dinormalisasi, tapi juga dipertinggi talutnya. Selain itu ia juga berharap agar saluran irigasi jangan ditutup dengan beton sehingga jika ada sampah yang menyumbat dapat dengan mudah diangkat. “Kalau bisa dibuat buka-tutup biar gampang dibersihkan,” ujarnya.

Iklan

Petani lainnya, Raisah mengatakan di depan pasar buah di kompleks Pasar Selak, salurannya selalu tersumbat. “Kami minta tolong itu di depan pasar buah itu selalu tersumbat, (air) ndak bisa mengalir gara-gara sampah. Kita minta tolong kalau bisa segera diatasi saluran irigasinya diperbaiki,” jelasnya. Ia pun mengeluhkan rendahnya kesadaran warga yang membuang sampah semaunya, di tempat yang tidak semestinya seperti saluran. “Pokoknya semau-maunya sudah yang buang sampah-sampah itu,” keluhnya.

Sampah yang menumpuk di saluran ini juga bermuara di sawah-sawah petani, khususnya sampah plastik yang tak bisa terurai dan dapat menghambat kesuburan tanah. “Coba minta tolong saja, minta tolong diperbaiki,” ulangnya. Apalagi saat ini para petani baru memasuki musim tanam dan dikhawatirkan distribusi air akan terus tersendat akibat tersumbatnya saluran irigasi ini. “Padi kalau air sudah mulai kurang pasti rusak dan bisa gagal panen. Airnya kan ndak ada karena salurannya tersumbat. Minta tolong bagaimana ini diatasi agar para petani ini bisa menghasilkan,” harap warga Lingkungan Gerung Butun Timur, Mandalika ini.

Raisah berharap saluran irigasi khususnya yang berada di depan pasar buah segera dinormalisasi dan diperlebar. Ia pun berharap para pedagang di pasar tidak membuang sampahnya ke saluran. “Bukan hanya kami berdua ini yang mengeluhkan. Banyak petani lainnya mengeluhkan ini. Sudah sering kita lapor ke pekaseh dan saya ajak juga petani lainnya gotong royong bagaimana agar air mengalir lancar,” pungkasnya. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here