Petani di Sape Diduga Edarkan 4,65 Gram Sabu

An (28) terduga pengedar sabu asal Desa Naru Timur Kecamatan Sape, saat diamankan di Mapolres Bima Kota, Rabu, 8 September 2021.(Suara NTN/Polres Bima Kota)

Bima (Suara NTB) – Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bima Kota, kembali mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu. Kemarin, Selasa, 7 September 2021 Pukul 14.00 Wita giliran An (28), petani asal Desa Naru Timur Kecamatan Sape. Dari tangannya berhasil disita 21 poket sabu dengan berat bruto 4,65 gram.

Kasubbag Humas Polres Bima Kota, Iptu Jufrin kepada Suara NTB, Rabu, 8 September 2021 menyampaikan, terungkapnya peredaran gelap barang haram ini buah tindak lanjut polisi, terkait kediaman An yang dicurigai kerap menjadi pusat transaksi sabu.

Iklan

Informasi yang diperoleh sekitar Pukul 12.00 Wita itu, lanjut dia, langsung disikapi pimpinan dengan mengerahkan tim untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman informasi. “Pukul 14.00 Wita tim baru berhasil mengamankan An. Saat itu, ia tengah duduk di halaman depan rumahnya,” terang dia.

Upaya penangkapan An yang kebetulan disaksikan Abdullah selaku Ketua RT.017 itu, langsung dilanjutkan tim opsnal dengan melakukan penggeledahan.

Dari badan dan isi rumah An, sebut Jufrin, polisi menemukan 21 poket sabu dengan berat bruto 4,65 gram. Selain itu, terdapat 3 lembar plastik klip bening, 1 klip sisa, 1 buah isolasi serta uang tunai Rp1.020.000 yang diduga hasil penjualan sabu. “Barang bukti sabu siap edar itu ditemukan tim dalam sebuah dopet yang disembunyikan dalam peti,” jelasnya.

Berbekal temuan itu, An tak lama langsung digiring ke mapolres untuk proses hukum lebih lanjut. Termasuk pengembangan kasus guna mengungkap keberadaan jaringan pengedar lain yang masih keliaran bebas di wilayah Sape. “Sampel barang bukti akan dikirim ke Balai POM Mataram untuk melalui proses pengujian,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional