Petani di Loteng Terancam Gagal Tanam Tembakau

Praya (Suara NTB) – Ratusan pertani tembakau di Kecamatan Praya Timur utamanya di Desa Beleka kini terancam tidak bisa menanam tembakau, karena tidak tersedianya air baku di wilayah tersebut. Padahal banyak di antaranya petani ini yang sudah keluar biaya untuk menyewa lahan serta menyiapkan bibit tembakau.

Para petani tembakau menumpahkan kekecewaannya, dengan mendatangi kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng), Kamis, 24 Mei 2018. Petani meminta Pemkab Loteng bisa segera bersikap dan mencarikan solusi terkait persoalan ini supaya petani bisa segera menanam tembakau secepatnya dan menghindarkan petani dari potensi kerugian yang besar.

Iklan

Pasalnya, kalau sampai lewat dari Bulan Mei ini bibit tembakau petani belum juga bisa ditanam, karena lahan yang belum siap akibat belum adanya air baku, maka bisa dipastikan bibit tembakau tidak akan bisa ditanam. Itu artinya, kerugian bagi petani, mengingat, biaya yang dikeluarkan petani untuk penyediaan bibit tembakau tidaklah kecil.

“Untuk membeli bibit tembakau itu tidak murah. Petani harus mengeluarkan biaya yang cukup besar,” ujar H. M. Husnawadi, perwakilan petani tembakau Desa Beleka.

Belum lagi untuk biaya sewa lahan, rata-rata petani sudah mengeluarkan biaya sampai Rp 12 juta per hektare. Kalau kemudian tidak jadi tanam tembakau, maka biaya yang sudah dikeluarkan para petani untuk membeli bibit tembakau serta menyewa lahan bakalan hangus.

Di satu sisi, petani banyak yang sudah telanjur meminjam uang untuk biaya penyediaan bibit tembakau serta untuk sewa lahan. “Kalau sampai petani tidak bisa tanam tembakau karena tidak ada air, maka banyak petani Desa Beleka khususnya yang bakal jatuh miskin. Karena sudah tidak punya aset dan dikejar utang,” keluhnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Loteng, L. Pathul Bahri, S.Ip., yang menemui perwakilan petani mengaku sudah mendapat laporan terkait persoalan ini. Untuk itu, pihaknya sudah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk berkoordinasi dengan pihak terkait supaya wilayah Praya Timur ke selatan bisa disuplai air dari Bendungan Pandanduri Lombok Timur (Lotim).

Rencananya, air dari Bendungan Pandanduri untuk dua hari ke depan masih akan menyuplai lahan pertanian di wilayah Lotim terlebih dahulu. Karena kondisi petani tembakau di wilayah tersebut juga tengah kekurangan air bersih. Baru setelah itu, air akan dialihkan ke wilayah Kopang. Sebagiannya lagi dialirkan ke wilayah Praya Timur terus ke selatan. (kir)