Petani Bisa Serap KUR Sampai Rp5 Triliun

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, H. Husnul Fauzi menerima hasil-hasil pertanian modern yang dikembangkan di SMK PP Negeri Mataram. Diberikan oleh Kepala Sekolah, Sugiarta. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah fokus mendorong sektor pertanian untuk menjaga stabilitas pangan nasional. Tahun 2020 ini, tersedia Rp5 triliun Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani di ntb. Hal ini sesuai penegasan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M. Si pada acara dialog budaya Pro 4 RRI Mataram dengan topik “pengembangan budaya wirausaha pertanian” di SMKK Pertanian Pembangunan Negeri Mataram di Labuapi, Lombok Barat, Kamis, 15 Oktober 2020.

Tahun 2019 lalu, pemerintah menyediakan Rp3 triliun KUR kepada petani di NTB. karena serapannya tertinggi di Indonesia, tahun ini ditambah menjadi Rp5 triliun. disebar melalui bank-bank milik negara, BRI, BNI, Mandiri, termasuk bank daerah NTB, Bank NTB Syariah. KUR diberikan tanpa jaminan, dan margin pengembangan yang lunak. Karena itu, H. Husnul mendorong petani, bahkan petani milenial untuk mengaksesnya.

Iklan

Sampai saat ini, sekitar Rp3,5 triliun dari Rp5 triliun yang sudah diserap. Tinggal Rp1,5 triliun yang belum diserap petani. “Syaratnya gampang. Yang penting punya lahan untuk menanam,” katanya. KUR tahun 2020 ini  terserap paling besar untuk petani bawang merah. Lalu petani jagung dan petani padi. Untuk terus menggairahkan sektor pertanian, skema korporasi digalakkan melalui kemitraan seluruh stakeholder. Dari penyedia pupuk, penyedia benih, bank pembiayaan untuk pengolahan, off taker sebagai pembeli saat panen.

Empat tahun ke depan, pola korporasi ini terus dikembangkan di NTB untuk kemudahan hulu hilir sektor pertanian. Pada bagian lain, H. Husnul menyebut sektor pertanian menjadi salah satu tulang punggung dalam membangun perekonomian nasional. Sektor pertanian mampu menyerap tenaga kerja. Selain itu, sektor pertanian juga memiliki peranan penting dalam penyediaan pangan, pengentasan kemiskinan, pembentukan PDB, penerimaan devisa, perbaikan pendapatan masyarakat, pembentuk budaya bangsa, serta penyeimbang ekosistem.

salah satu UPTD Dinas Pertanian Perkebunan Provinsi NTB yaitu, SMKPP Negeri Mataram telah membuka delapan kompetensi keahlian, yaitu agribisnis tanaman pangan hortikultura, agribisnis tanaman perkebunan, agribisnis pemuliaan dan pembenihan tanaman, agribisnis pengolahan hasil pertanian, agribisnis peternak unggas, agribisnis perikanan, agribisnis ternak ruminansia, dan kesehatan reproduksi hewan.

Dari delapan kompetensi ini, SMKPP Negeri Mataram salah satu yang dipercaya oleh Kemendikbud membuka program SMK 4 tahun. Yaitu; pemuliaan dan pembenihan tanaman dan kesehatan reproduksi hewan. para siswa sebelum lulus mengikuti uji sertifikasi kompetensi pertanian yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi profesi (lsp) kementerian pertanian. Antara lain pengolah susu kedelai, penanam tanaman hidroponik, pelaksana produksi benih, dan vaksinator.

Uji sertifkasi dimaksudkan sebagai pendamping ijazah dalam melamar pekerjaan dan memastikan lulusan telah kompeten dalam bidangnya. Dengan dibentuknya delapan kompetensi keahlian tersebut, dimaksudkan untuk mempersiapkan sumberdaya manusia yang siap menjadi petani milenial guna menumbuhkan wirausaha muda pertanian yang bergerak di bidang pertanian di NTB. (bul)