Pesta Pernikahan Alam Terbuka di Kila Senggigi, Alternatif “Wedding” di Saat Pandemi

Susasana pesta pernikahan di alam terbuka di areal Kila Senggigi Beach Hotel. (Suara NTB/bul)

Mataram (suarantb.com) -Resepsi pernikahan sepertinya tidak lagi nyaman dilaksanakan di gedung-gedung tertutup, apalagi menghadirkan orang dalam jumlah besar. Ada pembatasan kegiatan sosial berskala besar, untuk mengantisipasi penularan virus Corona. Cobalah sensasi berbeda, melangsungkan resepsi di alam terbuka.

Di Lombok, resepsi pernikahan lazim disebut berpesta. Kila Senggigi menyediakan alternatif tempat berpesta yang aman dan nyaman di tengah pandemi Covid-19. Tempat berpesta pilihannya bisa di alam terbuka. Tidak perlu khawatir penularan virus Corona, dan biayanya juga terjangkau.

Iklan

Seperti sepasang pengantin yang melangsungkan pesta pernikahan di Hotel Kila Senggigi, Sabtu sore, 19 September 2020. Pesta yang meriah, khidmat dan dengan penerapan protokol Covid-19. Pesta dimulai pukul 19.00 WITA, hingga malam hari.

Dekorasinya membelakangi pantai Senggigi. Digelar di pesisir pantai, di pelataran Basilico Restoran. Sejak pesta dimulai, tampak tamu undangan beramai-ramai hadir di pesta ini. Di pintu masuk area pesta, ada petugas bersiaga membagi handsanitizer. Mengingatkan para tamu wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), paling tidak masker.

Undangan masuk tertib menuju pelaminan untuk berfoto bersama dan membagi bahagia. Latar fotonya luas dan tak terbatas. Pesta sore Sabtu itu cukup unik. Pemandanganannya alam. Jauh di belakang pelaminan, dan di hadapan tamu, berdiri perkasa Gunung Agung, Bali.

Awan yang menyelimuti di atasnya berwarna merah jingga. Mendampingi matahari yang sebentar lagi tenggelam di ufuk barat. Ombak kecil terus bersahutan, angin bertiup sepoi-sepoi dan sejuk. Latar pelaminan di bagian utara juga dihiasai kapal-kapal yacht yang terparkir di tepian dermaga Cicak Senggigi. Pemandanganannya menambah elok suasana pesta di Kila Senggigi yang sangat natural.

Di samping selatan arena pesta, group band mengiringi dan menghibur. Di ujung mikrofon, penggunaan masker tetap diulang-ulang. Rasanya tak perlu khawatir ada kluster pesta di tempat ini. Karena pestanya di alam terbuka, yakni di pinggir pantai.

Ketika matahari akan tenggelam di ufuk barat, suasana semakin khidmat. Apalagi menikmati hidangan pesta. Dari rimbunan pohon, suara kicauan burung juga seolah ikut bernyanyi. Maklum, Kila Senggigi berdiri di atas lahan seluas 12 hektar. Ada banyak jenis pepohonan rimbun, selain pohon kelapa yang menjadi rumah besar beberapa jenis burung berkicau.

Di ujung selatan, ada banyak tamu Kila Senggigi yang juga bermain. Begitu juga di kolam renangnya. Mungkin karena akhir pekan. Suasana di Kila Senggigi ini menjadi warna lain di tengah pesta yang sedang berlangsung. Tamu-tamu lainnya juga banyak yang ikut berburu foto, mengejar momentum matahari tenggelam (sunset) sembari bersantai.

General Manager Kila Senggigi, Bambang Suponco mengatakan, sejak Agustus sudah ada 14 kegiatan wedding terselenggara.“Untuk paket wedding sampai tahun 2020 ini kita hanya menyewakan tempat saja ada 2 pilihan, mau di ballroom atau di outdoor pinggir pantai harga sewa Rp20 juta. Kalau pengantinnya mau pakai catering dari hotel juga bisa harga Rp175 ribu per orang. Dan untuk dekorasi sama band dari pengantinnya,” jelas Bambang.

Pilihan Killa Senggigi untuk wedding sangat tepat. Apalagi saat Corona. Mengundang orang di tempat yang membutuhkan areal luas. Mengatur jarak. Tempatnya juga terbuka. Sehingga kecil kemungkinan terjadi penularan virus Corona.
Untuk paket wedding, harga dimaksud sudah sudah didiskon. Biasanya Rp35 juta, turun menjadi Rp20 juta. Untuk 200 pack atau untuk sekitar 400 orang tamu undangan.(bul/*)