Pesona Wisata Air Terjun Semporonan

Selong (Suara NTB) – Berada di bawah kaki gunung Rinjani memungkinkan Pulau Lombok menjadi daerah yang banyak memiliki air terjun. Ada banyak air terjun menglair di bawah, atau di kaki Gunung Rinjani. Salah satunya Air Terjun Semporonan, yang terletak di Desa Timba Nuh Kecamatan Peringgasela, Lombok Timur.

Air Terjun ini belakangan semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal. Meski demikian, keindahannya tidak kalah menarik dengan air terjun yang sudah terkenal di Lombok.

Iklan

Akses menuju ke Air Terjun Semporonan membutuhkan waktu 20 hingga 30 menit dari Kota Selong. Air terjun ini berada di desa paling utara di kawasan Pringgasela. Meski demikian akses jalan menuju tempat ini terbilang cukup baik.

Menuju ke lokasi air terjun, anda harus berjalan sejauh 350 meter. Rute jalan setapak dan sedikit berbatu menjadi rintangan yang harus dilewati. Dalam perjalanan inipun wisatawan disuguhkan pemandangan perkebunan kopi dan  dan sejumlah tanaman pangan masyarakat. Aroma kopi mentah akan tercium dan menjadi sensasi perjalanan yang menyenangkan bagi pecinta kopi.

“Akses menuju air terjun ini mudah. Airnya juga bersih. Bisa mandi di sana. Penduduknya juga ramah,” kata wisatawan asal Kota Mataram Antoni, Jumat, 15 September 2017.

Sekilas Air Terjun Semporonan ini mirip seperti Air Terjun Sendang Gile di Kabupaten Lombok Utara. Namun dengan tinggi yang berbeda yakni 40 meter. Deras dan dinginnya air terjun tersebut menambah sensasi yang dapat dirasakan wisatawan. Apalagi suasananya juga sangat tenang, sehingga wisatawan benar-benar dimanjakan dengan keindahan dan suasana alami di air terjun ini.

“Saya berharap air terjun ini bisa menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi wisatawan asing. Disini juga sepertinya bisa menjadi desa wisata. Karena masyarakatnya juga ramah dan suasananya sangat mendukung,” ujarnya.

Meski demikian, di air terjun ini belum dilengkapi dengan fasilitas umum seperti toilet, ruang ganti atau musala. Sehingga wisatawan merasa kurang nyaman ketika harus mandi dan tidak ada tempat untuk bilas dan mengganti pakaian. Antoni berharap kedepannya Pemda dapat membantu dalam melengkapi sejumlah fasilitas yang diperlukan di destinasi ini. (lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here