Peserta Terpapar Covid-19 Bertambah, Latsar CPNS Pemprov NTB Dihentikan Sementara

Muhammad Nasir (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menghentikan atau menunda pelaksanaan latihan dasar (Latsar) sebanyak 180 CPNS tahun 2021. Pasalnya, jumlah peserta Latsar CPNS yang terpapar Covid-19, terus bertambah.

“Bertambah (peserta) yang kena Covid. Makanya kita hentikan Diklatnya. Sudah kita rapatkan hari Sabtu lalu, kita tunda dulu, setelah kondisi normal, baru dilaksanakan,” kata Kepala BKD NTB, Drs. Muhammad Nasir dikonfirmasi Senin, 5 April 2021.

Iklan

Nasir menjelaskan, sebenarnya Latsar CPNS Pemprov NTB yang diikuti 180 peserta tersebut akan selesai  10 hari lagi. Namun, untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 yang semakin meningkat, maka diputuskan untuk dihentikan sementara.

“Peserta yang negatif dipulangkan menjalani isolasi mandiri. Sedangkan yang positif menjalani isolasi di Wisma Tambora,” terangnya.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP., bahwa Latsar CPNS Pemprov NTB dimulai pada 25 Maret 2021 diikuti oleh 180 peserta yang didahului dengan tes swab antigen pada tanggal 24 Maret. Dari tes swab antigen yang dilakukan terdapat 5 peserta yang dinyatakan positif hasil swab antigen dan segera dilakukan penggantian oleh Kepala BKD sehingga seluruh peserta negatif terbagi menjadi 6 angkatan.

Sesuai rekomendasi Lembaga Administrasi Negara  (LAN) dan Satgas Covid-19 Provinsi NTB, Latsar CPNS dapat dilaksanakan secara klasikal dengan protokol kesehatan yang ketat. Setiap kelas hanya diisi 30 CPNS yang dalam situasi dan kondisi normal terisi 50 peserta.

Selanjutnya, pada 29 Maret 2021, terdapat  satu CPNS yang  tiba-tiba sesak napas dan indera penciuman tidak berfungsi. Sehingga tenaga kesehatan (nakes) langsung melakukan swab dan ternyata hasilnya positif Covid-19.

Kemudian, pada  30 Maret 2021, dilakukan swab antigen terhadap seluruh peserta diklat, pelatih, panitia dan catering. Diperoleh hasil 26 orang positif,  seluruhnya CPNS yang selanjutnya dievakuasi ke RS Darurat Asrama Haji.

Tanggal 2 April 2021, terhadap rekan sekamar peserta yang dinyatakan positif,  dilakukan tes PCR dan diperoleh sebanyak 52 peserta  positif Covid-19. Pada  3 April 2021, diadakan rapat yang dipimpin oleh Asisten I Setda NTB yang dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Direktur  RSUD NTB, Kepala BPSDM, Kepala  BKD dan Kepala Biro  Kesra Setda NTB.

Dalam rapat tersebut, disepakati untuk melaksanakan tes swab antigen terhadap 96 CPNS dengan pertimbangan siklus inkubasi 5 hari, kondisi CPNS orang tanpa gejala dan usia muda. Kemudian, disepakati menunda pelaksanaan Latsar CPNS dengan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan LAN.

Kemudian, mengaktifkan kembali Wisma Tambora sebagai  RS Darurat untuk  antisipasi penambahan kasus. Selanjutnya, pada 4 April 2021,  dilaksanakan swab antigen terhadap 96 CPNS  dan 6 pelatih, hasilnya diperoleh 19 CPNS positif Covid-19.

Sesuai konsultasi dengan Kepala Dinas Kesehatan disepakati 71 CPNS  dievakuasi ke Wisma Tambora dan 83 CPNS negatif dipulangkan sementara untuk menjalani isolasi mandiri selama 10 hari. LAN sepakat untuk  menunda sementara Latsar CPNS dan segera menyiapkan skenario kelanjutannya bersama BPSDM NTB. (nas)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional