Peserta SKD CPNS Palsukan Hasil Swab PCR/Antigen Langsung Digugurkan

Syamsul Buhari (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Badan Kepagawaian Daerah (BKD) tak akan memberikan toleransi kepada peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS yang memalsukan hasil swab PCR atau antigen. Jika ditemukan ada peserta SKD CPNS yang memalsukan hasil swab PCR/Antigen, maka akan langsung digugurkan.

‘’Kalau ada yang memalsukan hasil swab, jelas akan langsung digugurkan karena itu penipuan. Kalau dia memalsukan, berarti dia memberikan keterangan yang palsu,’’ ujar Kepala Bidang Informasi Kepegawaian BKD NTB, Drs. Syamsul Buhari, P.Si., M.Kes, dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 29 Agustus 2021.

Iklan

Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) telah membuat kebijakan yang harus dipatuhi peserta SKD CPNS dan PPPK Non Guru tahun 2021. Sebanyak 7.843 peserta SKD CPNS Pemprov NTB wajib menunjukkan hasil swab PCR atau swab antigen negatif Covid-19.

Kebijakan tersebut merujuk rekomendasi Ketua Satgas Covid-19 Nasional mengenai pelaksanaan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun 2021 yang wajib diaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat. Di mana, seluruh peserta SKD harus melakukan swab test RT PCR kurun waktu maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1×24 jam dengan hasil negatif atau non reaktif yang pelaksanaannya wajib sebelum mengkuti seleksi CASN tahun 2021.

Syamsul mengatakan, peserta SKD tidak membutuhkan biaya yang besar untuk melakukan tes swab antigen. Biayanya sekitar Rp120 – 150 ribu di laboratorium, rumah sakit dan klinik resmi yang telah diakui pemerintah.

Ketika ditanya apakah ada rencana Pemprov untuk menggratiskan pemeriksaan swab PCR atau antigen kepada peserta SKD. Syamsul mengatakan Pemprov tidak sanggup. Pasalnya, jumlah perserta hampir mencapai 8.000 orang. ‘’Karena anggaran tak ada, maka tak bisa,’’ jelasnya.

Diakuinya, kewajiban menunjukkan hasil swab PCR atau antigen cukup memberatkan peserta SKD CPNS 2021. Namun, hal itu sudah menjadi kebijakan secara nasional dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

‘’Kemarin kita sempat sampaikan ke BKN, tapi mau bagaimana lagi. Karena ini kondisi di tengah pandemi,’’ kata Syamsul.

Karena hasil swab antigen hanya berlaku satu hari, maka, kata Syamsul, peserta SKD minimal harus melakukan pemeriksaan pada hari pelaksanaan tes SKD. Sehingga, peserta SKD diberikan waktu 90 menit sebelum pelaksanaan ujian dimulai untuk menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan.

‘’Kalau ada yang lupa bawa hasil swab. Kita koordinasi dengan Laboratorium Kesehatan untuk menyiapkan di lapangan,’’ tandasnya.

Selain syarat tersebut, peserta SKD CPNS Pemprov NTB juga diwajibkan menggunakan masker dobel. Yaitu, pertama menggunakan masker 3 lapis dan ditambah masker kain di bagian luar.

Kemudian, wajib menjaga jarak (physical dstancing) minimal satu meter. Serta mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Ruang kegiatan maksimal diisi 30 persen kapasitas ruangan tempat SKD dilakukan.

Pelaksanaan SKD CPNS dan seleksi kompetensi PPPK Non Guru tahun 2021 Instansi Pusat dan Instansi Daerah di lokasi BKN Pusat, Kantor Regional dan UPT BKN akan dimulai pada 2 September 2021. Sedangkan, SKD CPNS tahun 2021 di Provinsi NTB direncanakan 8 September –  5 Oktober 2021, bertempat di Stasiun CAT Mandiri BKD Provinsi NTB.

Jumlah pelamar CPNS Pemprov NTB yang dinyatakan lulus seleksi administrasi sebanyak 7.843 orang. Mereka inilah yang berhak ikut tes SKD pada 8 September sampai 5 Oktober mendatang. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional