Peserta SKD Bermasker, NTB Gunakan Pemindai Wajah Tutup Celah Joki CPNS

Pemindaian wajah peserta tes SKD CPNS Pemprov NTB sebelum memasuki ruangan CAT untuk mencegah penggunaan joki CPNS. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS di masa pandemi Covid-19 mewajibkan seluruh peserta wajib menggunakan masker. Untuk menutup celah adanya joki CPNS, NTB menggunakan pemindai wajah atau face recognition, bagi seluruh peserta SKD sebelum memasuki ruangan Computered Asisited Test (CAT).

‘’Pemindai wajah ini salah satu yang baru dari BKN. Sehingga tertutup peluang joki CPNS,’’ kata Kepala Bidang Informasi Kepegawaian (BKD) NTB, Drs. Syamsul Buhari, P.Si., M.Kes., dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 29 September 2021.

Iklan

Setelah wajah peserta berhasil dipindai, maka akan mendapatkan nomor PIN untuk membuka soal di ruangan CAT. Selain itu, kata Syamsul, setiap komputer di ruangan CAT juga terhubung dengan kamera.

Sehingga, seluruh gerak-gerik peserta akan terpantau. ‘’Dia kelihatan wajahnya. Kalau ada gerakan yang mencurigakan maka akan ketahuan,’’ terangnya.

Syamsul mengatakan,  penggunaan alat pemindai wajah peserta tes SKD digunakan di seluruh NTB, bahkan secara nasional. Dengan tujuan menutup celah adanya joki CPNS.

Penggunaan fitur face recognition memudahkan panitia untuk langsung mendeteksi peserta yang mengikuti tes SKD sesuai yang terdaftar dalam akun SSC ASN masing-masing. Fitur ini juga sebagai pencegahan adanya percobaan penggunaan joki atau peserta pengganti.

Sementara itu, pelaksanaan tes SKD CPNS Pemprov NTB telah memasuki hari ketujuh. Dari 2.078 peserta yang berhak ikut tes SKD, hanya 1.874 orang yang hadir. BKD NTB mencatat, sebanyak 204 orang peserta yang tidak hadir mengikuti tes SKD.

Dengan rincian, pada hari pertama 30 orang, hari kedua 15 orang, hari ketiga 27 orang. Kemudian, hari keempat dan kelima masing-masing 30 orang, hari keenam 24 orang dan hari ketujuh sebanyak 48 orang.

Pelaksanaan tes SKD CPNS Pemprov NTB mulai dilaksanakan 23 September  sampai 19 Oktober mendatang. Untuk sementara, ada dua peserta yang terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga dijadwalkan mengikuti tes SKD pada 20 Oktober mendatang. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional