Peserta SKB Wajib Lakukan Tes Cepat Covid-19

Baiq Nelly Kusumawati. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Peserta seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS formasi tahun 2019 Kota Mataram yang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) tidak akan digugurkan. Kendati demkian, seluruh peserta diwajibkan mengikuti rapid test atau tes cepat 3 hari sebelum jadwal tes berlangsung.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati, menerangkan hal tersebut dilakukan untuk memastikan hak-hak peserta untuk menguti tes. Namun di sisi lain tes cepat perlu dilakukan untuk mencegah dan menekan potensi penularan Covid-19.

Iklan

“Dengan melakukan persiapan 3 hari sebelum jadwal tes, nanti kami akan melakukan rapid test untuk semua peserta yang ikut,” ujar Nelly saat dikonfirmasi, Kamis, 13 Agustus 2020.

Diterangkan, panitia pelaksana SKB tidak memiliki hak untuk menolah peserta. Baik bagi peserta yang menunjukkan hasil tes cepat reaktif maupun yang dinyatakan positif Covid-19.

“Positif saja mereka masih punya hak ikut. Yang bisa merekomendasikan mereka gugur atau tidak bisa ikut karena kondisi parah itu hanya tim medis,” tegasnya. Untuk itu, seluruh peserta diharapkan bersikap kooperatif dengan diadakannya tes cepat tersebut.

Bagi peserta yang menunjukkan hasil reaktif pada saat dilakukan tes cepat akan diarahkan mengikuti seleksi di ruangan terpisah dengan peserta lainnya. Ruangan tersebut disediakan khusus di masing-masing lokasi ujian.

Dengan dilaksanakannya tes cepat sebelum ujian, panitian diharapkan dapat memisahkan dan menekan potensi penularan virus saat ujian berlangsung. “Nanti ada kelas (tempat ujian, Red) khusus. Yang suhu tubuh lebih dari 37 derajat dan hasil tes reaktif kita pisahkan ke ruangan itu,” jelas Nelly.

Pemkot Mataram akan menanggung seluruh biaya pelaksanaan tes cepat tersebut. Termasuk untuk warga kabupaten lain di NTB yang mengambil lokasi SKB di mataram.

Jadwal tes cepat masing-masing peserta tengah disusun oleh Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, menyesuaikan dengan jadwal SKB yang nantinya keluar. “Kita sudah bersurat ke Dikes, nanti mereka yang menentukan di mana rapid test-nya. Kita sedang menunggu jadwal dari mereka,” tandas Nelly. (bay)