Peserta Nilai SKB Tertinggi Berpotensi Isi Formasi Lowong

Suparlan (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pengumuman hasil tes CPNS diperkirakan akhir bulan ini. Persisnya tanggal 30 Oktober 2020. Dalam tes CPNS ini, angin segar bagi para pelamar yang memiliki nilai Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) tertinggi di bawah peserta yang lolos bisa digeser mengisi kekosongan formasi akibat tak ada pendaftar dan tak lolos passing grade. Hal ini berdasarkan hasil rapat koordinasi Pemda Lobar dengan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dihadiri seluruh daerah di Indonesia.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan PSDM (BKD Dan PSDM) Lobar, Suparlan, S.Sos., mengatakan berdasarkan hasil rapat koordinasi dihadiri Kasubid BKD dan PSDM Lobar dengan Panselnas di Jakarta beberapa waktu lalu membahas hasil penggabungan nilai SKB dengan SKD.

Iklan

Pihak panselnas menegaskan kalau formasi kosong akibat tidak ada pendaftar dan formasi ada pendaftar, namun tidak lolos passing grade kemungkinan besar bisa terisi. “Kemungkinan besar bisa digeser, bisa diisi dari peserta nilai SKB tertinggi (dari peserta yang lolos SKB). Ini khusus untuk formasi guru dan tenaga kesehatan juga,” jelas dia.

Peserta yang bisa digeser, jelas dia, memiliki nilai tertinggi dan formasi yang dilamar linier dengan formasi yang kosong tersebut. Misalnya untuk formasi guru SD, guru kelas harus linier. Peserta yang melamar di formasi guru SD di Kediri misalnya, bisa digeser ke formasi kosong di Sekotong. Karena di daerah ini terdapat 5 formasi kosong. Begitu pula kalau untuk perawat diambil khusus dari perawat tidak bisa dari bidan. “Jadi wajib linier antara pendidikan, dengan jabatan formasi (kosong) yang akan diisi itu,”tegas dia.

Seperti di salah satu SD, ada formasinya satu dan tiga peserta SKB. Di mana ada peserta dengan nilai 205 bisa lulus SKB, karena saingannya nilainya rendah. Sementara ada di wilayah lain ada satu formasi dan tiga peserta SKB dengan nilai  peserta lulus SKB 405. Sedangkan peserta di bawahnya mendapatkan nilai 400. Menurutnya, nilai peserta antarwilayah ini jauh gap-nya, sehingga nantinya kemungkinan peserta yang memiliki nilai tertinggi inilah akan disebar mengisi kekosongan formasi lowong tersebut. “Itu modelnya,”jelas dia.

Nantinya akan dilakukan perankingan lagi peserta yang mendapatkan nilai tertinggi ini. Nantinya peserta yang tertinggi nilainya berdasarkan perankingan ini, pihak panselnas akan menggeser peserta ini untuk mengisi formasi yang kosong.

Menurutnya hal ini sangat menguntungkan pemda, karena hampir semua formasi kosong bisa terisi. Apalagi kondisi Lobar saat ini defisit guru dan tenaga kesehatan. Hasil pemetaannya pada tes CPNS kali ini, terdapat empat formasi kosong, seperti dokter spesialis, dan penyuluh. “Sekitar 4 formasi yang tak terisi, karena itu kosong pendaftarnya,”terangnya. (her)