Peserta CPNS Lulus SKD Harus Waspada Penipuan

Pelamar CPNS di Lotim saat melihat hasil tes di papan pengumuman. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Ribuan peserta CPNS Lombok Timur (Lotim) yang lulus dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) diminta bersabar menunggu tahapan tes berikutnya yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Terutama mewaspadai oknum-oknum yang menawarkan dapat meluluskannya sebagai PNS.

“Tidak menutup kemungkinan adanya calo ketika masuk SKB, inilah yang harus diwaspadai,” pesan Sekda Lotim,  Drs. H. M. Juaini Taofik, MAP, Rabu, 26 Februari 2020.

Iklan

Sekda yang juga selaku Ketua Panselda Rekrutmen CPNS Lotim, menegaskan sistem rekrutmen CPNS sangat transparan, jujur dan cepat. Artinya ketika peserta selesai mengerjakan soal, hasil atau nilainya langsung muncul pada layar komputernya masing-masing, sehingga tidak ada peluang bagi peserta untuk bermain. “Apabila ada pihak yang mengatasnamakan dirinya dapat meluluskan. Itu sudah sangat jelas penipuan. Masyarakat jangan mudah mempercayainya,” jelasnya.

Sekda meminta kepada peserta yang lulus SKD untuk terus mempersiapkan diri dalam mengikuti tahapan tes berikutnya. Pasalnya, bobot penilaian dalam rekrutmen CPNS ini yaitu untuk SKD 40 persen dan SKB 60 persen. “Jadi bobot nilai dari dua tahapan penilaian ini akan dikalkulasikan. Siapa yang tertinggi pada setiap formasi, itulah yang lulus,”terangnya.

Diketahui, SKD CPNS lingkup Pemkab Lotim berakhir, Selasa, 25 Februari 2020. Dari 11.103 peserta, tercatat sebanyak 3.734 peserta yang lulus passing grade, sementara 6.791 terpental. Dari 11.103 peserta yang mengikuti tes sebanyak 10.525 peserta dan tidak hadir 578 peserta atau persentase kehadiran sebesar 94 persen. Maka dari itu, dari jumlah passing grade 3.734 peserta ini, nantinya akan dilakukan perankingan untuk dengan masing-masing memilih tiga besar untuk satu formasi.

Adapun penerimaan formasi CPNS di Kabupaten Lotim tahun anggaran 2019 sebanyak 482 formasi. Dari 482 formasi ini didominasi oleh tenaga guru sebanyak 273 formasi, tenaga kesehatan 152 formasi dan sisanya 57 formasi tenaga teknis. Di mana untuk tahun ini Kabupaten Lotim hanya membuka untuk formasi umum dan tidak ada formasi khusus dengan usia maksimal 35 tahun. (yon)