Perusahaan Budidaya Mutiara Masih Eksis Impor Nucleus

Karim Marabessi. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB mencatat hanya satu perusahaan yang masih eksis mengimpor nucleus untuk budidaya mutiara. Hal ini ditengarai karena pengaruh pandemi Covid-19. Data terakhir, dari belasan perusahaan pembudidaya mutiara, ada 7 perusahaan yang tercatat masih aktif.

Ketujuh perusahaan tersebut diantaranya, PT. NTT Kuri Pearl (PT. Paloma Agung) dengan lokasi budidaya di Tanjung Bero, Desa Goa Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat. Kedua, PT. Selat Alas dengan lokasi budidaya di Perairan Pulau Kalog, dan Pulau panjang, Desa Labuhan Mapin Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa. Ketiga, CV. Hide Mulia dengan lokasi budidaya ada di Perairan Lombok, Dusun Sandubaya Timur, Desa Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur.

Iklan

Keempat, PT. Autore Pearl Culture dengan lokasi budidaya di Lombok Utara. Kemudian Desa Batu Putih Kecaamatan Sekotong Lombok Barat. Lombok Timur, dan Desa Tuananga Kecamatan Poto Tani Kabupaten Sumbawa Barat. Kelima, PT. Kaliman Nusantara Energy dengan lokasi budidaya di Dusun Padak Selatan Desa Padak Guar Kecamatan Sambelia Lombok Timur. Keenam, PT. Mega Creative Jewerly dengan lokasi budidaya di Desa Labuhan Pandan Kecamatan Sambelia Lombok Timur. Dan ketujuh, PT. Budaya Mutiara  di Kecamatan Sekotong Lombok Barat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, ST. M. Si didampingi Kepala Bidang Budidaya, Karim Marabessi di kantornya, Senin, 11 Oktober 2021 mengatakan, dari beberapa perusahaan budidaya ini, hanya satu perusahaan yang aktif mendatangkan nucleus dari luar negeri (impor) untuk keberlangsungan budidaya mutiaranya. Perusahaan itu disebutkan PT. Autore.

Untuk tahun 2021 ini, tercatat PT. Autore sudah empat kali meminta rekomendasi impor nucleus dari Dinas Kelautan Perikanan NTB. Masing-masing tanggal 28 April 2021 sebanyak 77,55 Kg asal Jepang (Kawano Pearl Shoji). Kemudian tanggal 21 Juni 2021 untuk rekomendasi mendatangkan nucleus dari Hongkong (Fukui Shell Nucleus Factory) sebanyak 68 Kg. Kemudian tanggal 7 Juli 2021 sebanyak 35 Kg nucleus dari Jepang (Kawano Pearl Shoji). Kemudian tanggal 6 September 2021 sebanyak 20 Kg, juga dari Jepang (Kawano Pearl Shoji). Total sudah sebanyak 200,55 Kg nucleus diimpor. Dengan nilai Rp705.156.700.

“Aktif atau tidaknya perusahaan mendatangkan nucleus ini bisa jadi indikator mana perusahaan yang masih aktif. Satu lagi yang sedang mengajukan rekomendasi impor nucleus yaitu PT.Selat Alas,” kata Karim. Nucleus adalah inti sel berbentuk berbentuk lonjong, bulat, atau bahkan berupa cakram  yang ditanam di dalam kerang mutiara.Nucleus ini menjadi embrio mutiara. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional