Perusahaan Asal Inggris Lirik Potensi Wisata Halal NTB

Mataram (suarantb.com) – Potensi pariwisata halal di NTB menarik perusahaan Maarij Capital asal Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan pariwisata syariah.

Demikian disampaikan Asisten II Setda NTB, H. Lalu Gita Ariadi saat ditemui usai menghadiri pertemuan antara Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi dengan Chief Executive Officer (CEO) Maarij Capital, Akmal Saleem, Jumat, 21 Oktober 2016.

Iklan

“Jadi tertariknya tadi pengembangan wisata syariah sejalan dengan konsep kita dalam rangka pengembangan wisata halal. Pak Gubernur sangat merespon baik rencana ini. Pak Gubernur berharap komitmen ini bisa direlisasikan,” jelas Gita.

Selain menawarkan lokasi-lokasi wisata, Gubernur NTB juga menyebut potensi di bidang peternakan dengan konsep halal food. Dari beberapa lokasi wisata di NTB, Akmal tertarik dengan Gili Sunut dan kawasan kaki Gunung Rinjani.

“Pak Gubernur sampai menceritakan tentang konsep perbankan syariah,” tambahnya.

Akmal Saleem juga mengakui tujuan utamanya adalah wisata halal. Selain juga akan membantu pengusaha-pengusaha muda yang mungkin baru memulai usaha. Ia juga berniat mengumpulkan tim yang kuat untuk mengelola usahanya jika kerja sama ini terealisasi. Namun mengenai apa yang akan dibangun, masih enggan disebutkan.

“Saya akan merahasiakannya dulu,” ujarnya tersenyum.

Mengenai keseriusan perusahaan ini berinvestasi di NTB, Gita mengaku belum bisa memastikan. Karena saat ini baru sebatas menyamakan visi.

“Ia begitu tertarik dengan konsep kita untuk mengembangkan wisata halal. Dan ia merasa punya potensi untuk mengembangkan. Dan sesuai dengan visinya, jadi ini baru kesamaan visi dulu,” jelasnya.

Akmal akan mulai dengan melakukan peninjauan lokasi terlebih dahulu. Bahkan meninjau LIA yang akan menjadi gerbang masuknya wisatawan muslim nantinya. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan NTB akan mendapat banyak kunjungan dari wisatawan muslim dunia.

“Nanti targetnya itu jumlah wisatawan muslim dunia semakin banyak. Kalau memang sudah berkomitmen bila perlu tiga bulan setelahnya kita bikin MoU,” tambah Gita. (ros)