Perumahan Nelayan Desa Poto Tano Siap Dihuni

Deretan rumah nelayan program bantuan Kementerian PUPR tahun 2019 ini sudah siap ditempati. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Sebanyak 50 unit rumah nelayan di desa Poto Tano kini siap dihuni. Rumah program bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2019 itu tinggal menunggu data calon penerima manfaat dari pemerintah desa setempat.

“Pembangunannya selesai tepat waktu dan rumah itu sudah siap huni. Kita tinggal tunggu data penerima dari pihak desa sekarang,” urai Kabid Perumahan dan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Pemukiman (PUPRPP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Abdul Azis, ST, M.Eng kepada Suara NTB, Senin, 2 Maret 2020.

Iklan

Ia menjelaskan, data-data calon penerima dari desa nantinya akan ditindaklajuti ke Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan PUPR NTB. Satker-lah kemudian yang melakukan verifikasi serta penetapan KK yang berhak menghuni rumah-rumah bantuan pemerintah pusat tersebut.

Sesuai peruntukannya, masyarakat penerima manfaat yang berhak menghuni perumahan nelayan tersebut adalah kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dan dalam rangka pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat nelayan Poto Tano, Pemda KSB menekankan agar penerima manfaat adalah masyarakat nelayan yang belum memiliki hunian (rumah). Atau pun rumah tangga yang dihuni lebih dari satu kepala keluarga (KK) juga memiliki hak sebagai kategori penerima.

“Di sana (desa Poto Tano) masih ada satu rumah yang dihuni lebih dari satu KK. Nah salah satu KK bisa diprioritas menempati rumah nelayan itu,” paparnya.

Untuk status pemanfaatannya sendiri, setiap KK penerima manfaat hanya berhak mendiaminya. Diuraikan Azis, KK yang terpilih berhak menghuni rumah-rumah tersebut sepanjang waktu atau hingga mereka memiliki rumah sendiri. Demikian pula dengan pemeliharannya menjadi kewajiban KK penghuni bersangkutan. “Begitu di SK-kan oleh Pemda maka mereka sudah bisa mulai menempati. Dan segala biaya yang timbul setelahnya menjadi tanggung jawab mereka,” cetusnya.

Dengan selesainya 50 unit rumah tahun 2019 itu, kini sudah 92 unit total bantuan rumah nelayan yang ditampatkan Kementerian PUPR di desa Poto Tano. Program rumah nelayan itu sendiri menjadi bagian dari kegiatan penataan desa Poto Tano sebagai “Lawang Desa” pulau Sumbawa dari arah barat.

Menurut Azis, Pemda KSB saat ini masih mengupayakan tambahan unit rumah melalui program serupa dari pemerintah pusat itu. “Kita sudah buat usulan untuk tahun ini. Tapi kami belum dapat info apakah bisa diakomodir atau tidak,” imbuhnya. (bug)