Perumahan Jadi Sasaran Favorit Pelaku Pencurian

Sejumlah tersangka kasus pencurian yang ditangkap sepanjang Operasi Jaran 2020, Rabu, 26 Februari 2020 dalam pengamanan ketat aparat Polda NTB. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB menangkap 398 tersangka yang diduga terlibat dalam 307 kasus pencurian. Para pelaku ini menempatkan perumahan sebagai sasaran favorit.

Sementara di kawasan pariwisata makin berkurang. Sebanyak 32 orang tersangka menjadi buruan utama sepanjang Operasi Jaran 2019 yang berlangsung selama dua pekan terakhir. Anak-anak pun ikut terlibat. Sebanyak 19 anak di bawah umur juga menjadi tersangka pencurian.

Iklan

“DPO (daftar pencarian orang) yang selama ini kabur yang dicari-cari dari tahun sebelumnya,” ungkap Kapolda NTB Irjen Pol Tomsi Tohir, Rabu, 26 Februari 2020 didampingi Direktur Reskrimum Polda NTB AKBP Hari Brata, dan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto.

Total barang bukti yang disita yang tujuh mobil, 108 sepeda motor, 34 bilah senjata tajam, dua senpi rakitan, 9 jenis perhiasan, 53 ekor hewan ternak, dan uang tunai Rp7,641 juta.

Pengungkapan kasus pencurian di awal tahun 2020 ini meningkat. tahun 2019 lalu, hanya 254 kasus yang berhasil diungkap dengan 167 tersangka dijebloskan ke penjara.

“Peningkatan cukup signifikan,” kata Tomsi.

Kejahatan paling banyak terjadi di wilayah hukum Polresta Mataram dengan 104 kasus, Polres Lotim 87 kasus, Polres Loteng 58 kasus, Polres Lobar 51 kasus, Polres Bima kota 23 kasus, Polres Dompu 16 kasus, Polres Lombok Utara dan Polres Sumbawa masing-masing 12 kasus, Polres Sumbawa Barat 11 kasus, dan Polres Bima 10 kasus.

Kasus 3C Turun 60 Persen

Pencurian konvensional bobol rumah mendominasi modus operasi para tersangka. sasarannya barang berharga seperti alat-alat elektronik dan perhiasan. Menyusul kemudian sepeda motor.

“Sampai saat ini tidak ada korban dari turis asing,” kata Tomsi.

Dia menambahkan, sasaran pencurian ataupun begal sampai kini nihil di kawasan pariwisata. Begitu juga yang menggunakan modus melukai korban demi merampas harta benda.

“Awal tahun ini kasus menurun 60 persen. Itu pertanda baik mudahan kondisi ini bisa terus dijaga,” ucapnya.

Kondisi aman dari kejahatan konvensional, imbuh Kapolda, dapat mendongkrak daya tawar pariwisata. Sebab, keamanan adalah taruhan besar bagi daerah yang mengandalkan pariwisata sebagai program unggulannya.

“Kita yakinkan keamanan ini jauh semakin baik, sangat signifikan. Masyarakat kita ini bisa dan mampu jaga daerah wisata dengan baik. Kegiatan patroli rutinnya kita tingkatkan untuk bisa memberikan rasa aman dan nyaman,” tandas Tomsi. (why)